Home » Berita Utama » Satu Korban Banjir Bandang Ditemukan
Satu Korban Banjir Bandang Ditemukan
Tim gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di pantai Desa Huhak, Kecamatan Bunta, Senin sore (5/6) sekira pukul 18.00 Wita.

Satu Korban Banjir Bandang Ditemukan

LUWUK– Satu korban bencana banjir bandang di Desa Huhak, Kecamatan Bunta, Suharman Patompoh alias Amang (35),  berhasil ditemukan tim gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Basarnas, dan warga setempat, Senin (5/6) sekira pukul 18.00 Wita.
Korban yang merupakan Bendahara Desa Biga, Kecamatan Walea Besar, Kabupaten Tojo Una-una ini, ditemukan mengapung dengan jarak 100 meter dari bibir pantai. Korban ditemukan tertelungkup, menggunakan baju dan celana training panjang warna hitam.
Korban langsung dimasukan ke kantong jenazah dan dievakuasi menggunakan perahu karet. Setelah itu, korban dilarikan ke Puskesmas untuk divisum sembari menunggu keluarga korban untuk memastikan mayat tersebut benar-benar korban banjir bandang.
“Sekitar jam 8 malam, keluarga tiba dan memastikan mayat itu adalah korban banjir. Jam 9 korban diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Kapolsek Bunta Iptu Candra, Senin malam (5/6).
Selain itu, lanjutnya, tim gabungan juga berhasil menemukan mobil Toyota Avansa dengan nomor polisi DN 415 CB yang diduga terbawa arus banjir bandang.  “Mobil ini ditemukan Basarnas di kedalaman 50 meter. Di dalam mobil tidak ada korban jiwa,” tuturnya.
“Mobil ini belum bisa dievakuasi demi keselamatan tim penyelam. Mengingat, arus bawah laut cukup kencang. Lagipula, tim penyelam masih fokus pencarian dua korban yang dikabarkan hilang,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Banggai ini.
Dikatakan, material yang menutupi akses Jalan Trans Sulawesi di beberapa titik sudah berhasil dipindahkan. Kendaraan dari arah Palu ke Luwuk, begitupun sebaliknya sudah bisa melewati jalan Trans Sulawesi setelah dua hari lumpuh total. “Meski begitu, kami minta pengendara selalu berhati-hati dengan longsor susulan,” imbaunya.
Tiga desa di Kecamatan Bunta, yakni, Desa Huhak, Desa Pongian dan Desa Koili, dilanda banjir bandang pada Minggu dini hari (4/6) sekira pukul 02.00 Wita. Bencana alam ini terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Bunta.
Sementara itu, dikabarkan masih tersisa dua korban jiwa dan satu mobil travel Mitra Touna yang belum ditemukan. Korban merupakan penumpang dan sopir mobil travel Mitra Touna dari Palu tujuan Luwuk yang terjebak saat banjir bandang datang dengan tiba-tiba.
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan tim gabungan Basarnas. Di sisi lain, terkait anak bernama Gali, 2 tahun yang juga dinyatakan hilang oleh anggota keluarganya ternyata telah ditemukan selamat dan saat ini tengah berada di rumah pamannya di Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-una. Riski Kusika, tetangga dari orang tua Gali menuturkan saat melihat orang berlarian menuju seberang karena melihat banjir dari arah gunung. Gali ikut ke seberang, sementara Ipin, ayahnya tengah berupaya menjauhkan mobil dari arah banjir. “Sekarang bapaknya sudah di Palu, Gali ada sama om-nya di Ampana. Dia selamat dan kami sudah kembali ke Kintom,” kata Riski.(awi)

About uman