Home » Berita Utama » Hari Ini, Arman Muid dan Haris ke Rutan Maesa
Hari Ini, Arman Muid dan Haris ke Rutan Maesa
AKP Rizky Pratama

Hari Ini, Arman Muid dan Haris ke Rutan Maesa

LUWUK– Berkas perkara dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) empat paket proyek jasa konsultasi penyusunan study kelayakan dan master plan pengembangan kawasan pesisir perkotaan, segmen Bubung dan segmen Simpong, yakni, Kepala Dinas Perumah Pemukiman dan Pertanahan Arman Muid, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Moh Haris Djafaar, kembali dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti Kejaksaan Negeri Banggai, Senin (5/6).
“Iya berkas perkara kedua tersangka sudah P21 alias lengkap,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Rizky Pratama, Selasa (6/6).
Rencananya, penyidik akan melimpahkan kedua tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Banggai, Rabu hari ini (7/6). “Besok (hari ini) langsung tahap dua,” katanya.
Dikatakan, kedua tersangka tidak lagi ditahan alias nginap semalam di rumah tahanan (rutan) Mapolres Banggai. “Tidak ditahan, langsung tahap dua,” beber Rizky Pratama.
Ia menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Banggai, dan direncanakan kedua tersangka akan langsung diberangkat untuk ditahan di Rutan Maesa Palu. Selanjutnya, sudah menjadi kewenangan kejaksaan untuk melimpahkan kasus yang menelan dana APBD 2014 sebesar Rp2,6 miliar tersebut ke Pangadilan Tipikor Palu.
Sebelumnya, satu tersangka lainnya, yakni, Direktur PT Dann Bintang Gelar Rencana (DBGR) Inwar Anwar Said, sudah terlebih dahulu dilimpahkan ke kejaksaan, dan saat ini sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palu.
Berkas perkara tiga tersangka kasus yang merugikan negara Rp2,4 miliar ini, sempat dikembalikan alias P18 dari Jaksa Peneliti, karena dianggap tidak lengkap. Dengan kerja keras tim penyidik Satreskrim Polres Banggai, semua petunjuk Jaksa dipenuhi. Dan kasus ini sudah tuntas di meja penyidik.
Berdasarkan hasil perhitungan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulteng, proyek tersebut dinyatakan total loss. Dengan kerugian negara mencapai Rp2,4 miliar. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-undang Tipikor jo pasal 55 KUHP.(awi)

About uman