Home » Berita Utama » Warga Tanjung Usir Herwin
Warga Tanjung Usir Herwin
Bupati Banggai Herwin Yatim bersama Wakil Bupati Mustar Labolo saat menyambangi sejumlah anak, Minggu (14/5) di RTH Teluk Lalong.

Warga Tanjung Usir Herwin

LUWUK-Niat Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo, untuk menghibur anak-anak korban penggusuran Kompleks Tanjungsari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, justru mendapat cibiran. Itu terjadi saat orang nomor satu di daerah ini menghadiri salah satu kegiatan di RTH Teluk Lalong yang dihadiri anak-anak dan orang tuanya, Minggu (14/5) pagi.
Sebelum Bupati Herwin membuka pembicaraan, suasana masih begitu hangat. Tetapi, tiba-tiba berubah setelah politikus PDIP itu memberikan sambutan dan menyatakan bahwa sebagai pimpinan daerah dirinya sangat peduli terhadap warga korban penggusuran. Namun sebelum Herwin melanjutkan komentarnya soal perjuangan Pemda enam bulan lalu, sejumlah ibu ibu mulai meneriakkan kata pulang..pulang..
Melihat aksi sejumlah ibu-ibu yang langsung menarik anaknya pulang serta melontarkan beberapa kalimat ‘pedas’. Bupati Herwin hanya bisa tersenyum. “Iya, iya, ya..” kata Herwin menanggapi cibiran warga.
Ia lalu mengaku akan terus berjuang bersama warga terkait eksekusi itu. Bupati Herwin mengaku sementara berjuang ke Mahkamah Agung, Komnas HAM dan BPN terkait kejadian yang menimpa warga Tanjungsari. Akan tetapi, warga tak merespons. Mereka malah memerintahkan anak-anaknya untuk pulang dan tak perlu mendengarkan pernyataan Bupati Herwin. “Hancur rumah saya, hancur,” teriak histeris seorang ibu. “Bubar-bubar,” teriak ibu lainnya.
Melihat kondisi yang semakin tak bersahabat, Wabup Mustar Labolo angkat bicara. Ia mengambil mik dan coba menenangkan warga. “Kami tidak pencitraan di sini, ini urusan pemda. Bagi yang mau relokasi silahkan. Yang tidak, itu hak kalian. Kami pun tidak dipilih akan datang tidak ada urusan, ini tugas pemerintah secara keseluruhan.  Ada 352 ribu di Kabupaten Banggai yang kami urus. Sekian,” kata Mustar diakhiri ucapan salam penutup.
Sementara itu, informasi lainnya menyebutkan semula kegiatan berjalan normal. Namun, di penghujung acara dua pemuda turun dari kompleks Tanjungsari hingga kemudian terjadilah cibiran itu. Sejumlah orang tua anak pun tak ketinggalan bersuara. Bupati Herwin dan Wabup Mustar akhirnya meninggalkan lokasi saat kondisi tak lagi bersahabat. (van)

About uman