Home » Berita Utama » Panggung CFD Makan Korban
Panggung CFD Makan Korban
Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Banggai saat melakukan peninjauan lokasi kecelakaan di Jalan Samanhudi Teluk Lalong, Minggu (14/5) dini hari sekira pukul 03.00 Wita.

Panggung CFD Makan Korban

LUWUK – Braaak…..keheningan Minggu (14/5) dini hari di Teluk Lalong pecah. Sepeda motor jenis Yamaha MX King tanpa pelat nomor yang ditunggangi Alfrets Nikson Bangun (21) tiba-tiba menabrak  panggung Car Free Day (CFD) sekira pukul 02.00 Wita.
Saking kencangnya, benturan sepeda motor dan panggung CFD terdengar sampai di kawasan Luwuk Shopping Mall. Alfret pun meregang nyawa.
Informasi yang berhasil dihimpun Luwuk Post menyebutkan, korban melaju dari kawasan RTH Teluk Lalong mengarah ke Masjid Agung. Sesaat setelah melewati pintu keluar RTH, anak muda itu langsung tancap gas hingga akhirnya terhenti di panggung yang terbuat dari tatanan besi sekira 200 meter dari gerbang.
Ia tergeletak diam di antara besi dan sepeda motor. Sejumlah warga yang menyaksikan itu langsung menghubungi Satuan Polisi Lalu Lintas yang piket di Pos Adipura. Korban akhirnya diangkat dan coba dilarikan ke rumah sakit. Namun upaya terlambat. Sebab korban dinyatakan sudah meninggal dunia oleh tim medis. Korban diketahui merupakan warga Desa Tiu, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai fotografher di Kota Luwuk.
Anggota Satuan Lalulintas yang datang ke lokasi langsung melakukan identifikasi awal terhadap kecelakaan itu. Dari kesimpulan awal, kecelakaan itu terjadi karena kondisi panggung yang gelap tanpa penerangan serta tidak adanya tanda yang dapat mengingatkan pengendara. “Gelap memang,” kata polantas berpangkat Bripka malam itu.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Banggai, AKP Adirawa Permana SIk mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian laka tunggal di Jalan Samanhudi, Teluk Lalong. Ia belum bisa memberikan keterangan lebih terkait hal itu. Hanya memastikan bahwa pemeriksaan sedang berlangsung. “Kami selidiki dulu. Mengenai kegiatan CFD kami juga masih mendalami apakah sudah ada ketentuan atau aturan baku atau belum. Sehingga nanti penanganannya tidak salah,” kata Adi.
Dari hasil penyelidikan itu, nantinya bisa disimpulkan apakah kejadian itu merupakan kecelakaan tunggal atau ada unsur kelalaian orang lain. “Mengenai proses penyelidikannya apakah lantas atau reskrim yang nangani masih kita pelajari. Kita kumpul bahan dulu setelah itu dirapatkan baru bisa ditarik kesimpulan awal,” pungkasnya.
Di sisi lain, informasi dari sumber terpercaya di Polres Banggai menyebutkan kegiatan Car Free Day yang dihelat Sahabat Herwin atau yang dikenal dengan sebutan ‘Sehati’ itu tidak berijin. “Dulu memang ada ijinnya, tapi cuma sebulan. Setelah itu tidak pernah ada lagi,” terang sumber.(van)

About uman