Home » Berita Utama » Syaipuddin Muid NONJOB
Syaipuddin Muid NONJOB
Syaipuddin Muid

Syaipuddin Muid NONJOB

LUWUK— Satu lagi pejabat putra daerah yang dinonjob Bupati Banggai Herwin Yatim. Dia adalah Syaifuddin Muid. Terhitung mulai tanggal 10 April 2017, pejabat berpangkat Pembina IV/a ini tak lagi menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Sekdispora) Kabupaten Banggai.
Syaifuddin Muid pun tak menyangka keputusan Herwin sebagaimana tertuang dalam surat keputusan (SK) nomor 8625/405/BKPSDM tentang pemberhentian sementara PNS dalam jabatan struktural tertanggal 10 April 2017 itu. “Tidak pernah saya bayangkan ini terjadi. Ibarat kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula,” kata Syaifuddin kepada Luwuk Post, Selasa (9/5).
Kata Pudin-sapaan akrabnya- sekalipun berstatus tersangka atas kasus jual beli tanah antara perusahaan migas dan Bara Laapi, namun tidak bisa menjadi alasan untuk menonjob. Apalagi saat ini proses penyidikan masih berjalan di Polda Sulteng. “Kasus yang menimpa saya adalah tidak pidana umum dan bukan tindak pidana korupsi,” kata Pudin. Dan mestinya azas praduga tak bersalah atau presumption of innocence, harus dijunjungi tinggi. “Saya tidak mengerti apa dasar hukumnya sehingga harus ada nonjob seperti ini,” keluh Pudin.
Menurut Pudin, kasus di Polda itu adalah ada kasus tanah, sehingga secara yuridis tidak bisa diseret ke ranah itu. Karena itu adalah murni jual beli yang menurut ketentuan adalah tanggung jawab penjual dan pembeli.  Tapi karena ini sudah masuk proses penyidikan, sebagai warga negara yang baik harus menghadapi menurut mekanisme hukum.
Bagi mantan Staf Ahli Bupati Banggai Bidang Hukum dan Politik ini, kebijakan Herwin tersebut tetap diterimanya sebagai pelajaran hidup, bahwa tidak semua kebaikan dibalas dengan kebaikan. “Saya terima ini walaupun pahit,” ucap Pudin.
Pemberhentian bupati atas jabatan struktural ini memang menyakitkan. Apalagi publik mengetahui bahwa Pudin Muid punya kedekatan dengan Herwin. Tapi begitulah fakta kehidupan saat ini. Rupanya nilai Pudin, nilai-nilai etika sudah tidak ada lagi. “Sebagai pejuang Winstar (Herwin-Mustar) di pilkada saya merasa sakit, karena terdepak dari pemerintahan. Baru sekarang kelihatan aslinya,” ucap Pudin. (yan)

About uman