Home » Berita Utama » Negosiasi Berpotensi Pungli, Warga Diminta Melapor
Negosiasi Berpotensi Pungli, Warga Diminta Melapor
Kompol Margiyanta

Negosiasi Berpotensi Pungli, Warga Diminta Melapor

LUWUK– Eksekusi lahan seluas 6,4 hektar di komplek Tanjungsari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, bakal berbuntut panjang.  Pasalnya, warga yang terkena dampak eksekusi dikabarkan akan melapor terkait dugaan tindak pidana penipuan.
Ini dilakukan karena warga merasa dirugikan. Sebab, sebelum pelaksanaan eksekusi, diduga ada sejumlah warga yang sudah melakukan negosiasi dengan ahli waris dan kuasa hukum ahli waris Mustapa Patiwael. Namun, rumah mereka tetap digusur.
Kabag Ops Polres Banggai Kompol Margiyanta, saat ditanya wartawan soal negosiasi tersebut menyarankan agar warga melapor jika merasa dirugikan. “Kalau ada unsur tindak pidananya, ya, melapor. Kami pasti proses,” katanya, kemarin.
Dikatakan, langkah ini harus ditempuh warga. Jangan hanya sekadar menebar opini sesat. Kata dia, ada potensi dugaan pungutan liar (pungli) saat negosiasi itu berlangsung. Sebab, beberapa negosiasi sekaligus pembayaran dilakukan tanpa sepengetahuan ahli waris “Jadi, kami tunggu laporannya,” tutur Margiyanta. Ia juga membenarkan saat ditanya soal surat yang dilayangkan ahli waris kepada Polres dan Pengadilan terkait proses pembayaran lahan objek eksekusi. “Iya, ada suratnya,” ungkapnya. Surat itu menyebutkan, bahwa pembayaran di luar sepengatahuan ahli waris, tidak dipertanggung jawabkan. “Sehingganya, bagi warga yang dirugikan segera melapor,” katanya.(awi)

About uman