Home » Berita Utama » Lahan Relokasi Tanjung Masih Bermasalah
Lahan Relokasi Tanjung Masih Bermasalah
Dua warga kompleks Tanjungsari, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk saat membangun rumah di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, Senin (8/5). Meski sudah sudah sebagian warga yang mulai menempati tempat relokasi, tapi sebagian lokasi masih berstatus sengketa.

Lahan Relokasi Tanjung Masih Bermasalah

LUWUK– Tanah yang disediakan untuk relokasi warga kompleks Tanjungsari, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk belum sepenuhnya tuntas. Itu lantaran pemilik lahan relokasi di Desa Bunga terang-terangan melarang penggunaan tanah karena belum ada pelunasan.
“Saya tidak benarkan warga menempati tanah relokasi, sebelum ada pelunasan,” sebut Ali Lasali, pemilik tanah relokasi di Desa Bunga, (Selasa (9/5).
Menurut Ali, sudah ada uang muka yang pernah diberikan oleh pihak pembeli, namun nilainya tidak sesuai kesepakatan. Menurut Ali pihaknya menyepakati penjualan lokasi dengan nilai jual per meter Rp 35 ribu untuk lahan luasan sekitar dua hektar tersebut.
Yang mengherankan, kata Ali, belum ada kesepakatan, pembeli sudah melakukan penggusuran. Sementara, di dalam lokasi itu masih ada tanaman kelapa sebanyak 200 pohon yang sudah berbuah. Akibat penggusuran itu, pihaknya mengalami kerugian. “Terpaksa kami sudah 6 bulan di 2 kali musim panjatan tidak lagi menikmati hasil panen. Padahal setiap panen hasil kelapa bisa mencapai 8 hingga 10 karung,” terang Ali.
Dikatakan, pihaknya tidak akan mengijinkan sebagian lokasi permukiman itu digunakan jika kesepakatan belum diselesaikan.
Bahkan tambah Ali, pihaknya akan menindak lanjuti persoalan dimaksud hingga ke ranah hukum, apabila pihak pembeli terkesan memermainkan persoalan itu. “Memang tidak ada bukti kesepakatan secara tertulis. Tapi kenyataannya, lokasi perkebunan kelapa kami sudah diratakan tanpa ada persetujuan awal dari kami,” tutup Ali.(ir)

About uman