Home » Berita Utama » DPRD Simpulkan Saluan-Tou Tak Beres
DPRD Simpulkan Saluan-Tou Tak Beres
Nasir Himran

DPRD Simpulkan Saluan-Tou Tak Beres

LUWUK – Proyek rehabilitasi jalan Saluan-Tou di Kecamatan Toili ternyata benar–benar tidak beres. Hasil kunjungan Komisi II DPRD Banggai membuktikan, proyek berbanderol Rp 4,6 miliar bermasalah berat.
“Ternyata betul orang pecarita selama ini, bahwa proyek Saluan–Tou tidak baik depe pekerjaan,” beber  Anggota Komisi II DPRD Banggai Nasir Himran ketika ditemui di kediamannya, kemarin (8/5).
Ditegaskan politikus PKS yang akrab disapa Aba Ateng itu, dugaan ketidakberesan tampak pada pembangunan badan jalan yang mengalami ambles. “Padahal setahu kami jalan itu dikerja tahun ini, kok badan jalannya sudah turun, ini menandakan depe pekerjaan asal–asalan,” katanya.
Keterangan tersebut dilontarkan Aba Ateng setelah dirinya bersama seluruh personil Komisi II DPRD Banggai menyambangi beberapa proyek di sejumlah kecamatan, salah satunya jalan Saluan-Tou.
Para Anggota Komisi II tersebut adalah Suprapto (ketua), Irpadin Oneng (wakil ketua), Dwi Sintana Matorang dan Nasir Himran (anggota). “Saya pribadi sangat–sangat menyoroti proyek tersebut,” kata Aba Ateng.
Setelah melihat kondisi jalan tersebut tidak beres, dia dengan penuh harapan meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat proyek Saluan-Tou. “Harus dibongkar hingga akar–akarnya, karena sudah terang–benderang proyek tersebut tidak beres,” katanya.
Dia juga menunjuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bertanggung jawab terkait masalah jalan Saluan-Tou. “Mereka tidak bisa menghindar terhadap masalah proyek tersebut, karena mereka yang punya proyek itu,” katanya. Terutama Kepala Dinas Bambang Eka Sutedi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, dan Pejabat Pembuat Komitmen Ardin. “Kontraktornya juga harus bertanggung jawab,” kata Aba Ateng lagi.
Dia beralasan proyek Saluan-Tou dibiayai uang rakyat. “Jadi karena ini indikasi kuatnya kerugian negara maka harus diproses siapa-siapa yang terlibat, kasian daerah kasian rakyat,” kata Aba Ateng.
Sebelumnya pihak Kejari Luwuk telah memanggil PPK proyek rehabilitasi jalan Saluan-Tou, Ardin. Pemanggilan menunjukkan Kejari serius mengusut kasus tersebut.
Dipastikan, temuan Komisi II DPRD Banggai membuat Kejari tambah tancap gas. Apa lagi Saluan-Tou kini telah menjadi perhatian kalangan aktivis antikorupsi di Jakarta. Mereka kerap membicarakan masalah Saluan-Tou dalam pertemuan-pertemuan aktivis di sekitar kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia.(RN)

About uman