Home » Politik » Wajib Dapil III Dimekarkan
Wajib Dapil III Dimekarkan
Ibrahim Darise

Wajib Dapil III Dimekarkan

LUWUK— Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai, Ibrahim Darise tak sekedar menyebut ideal. Tetapi baginya, wajib apabila daerah pemilihan (dapil) III dimekarkan pada pileg 2019. Ada alasannya sehingga mendorong wacana ini agar mendapat respons KPU Kabupaten Banggai.
Berbincang-bincang dengan Luwuk Post di ruang Fraksi PAN/PKB DPRD Banggai, Kamis (4/5) kemarin, politisi yang biasa disapa Ibra ini berujar, mengacu pada regulasi pemilu yakni minimal 3 kursi dan maksimal 12 kursi per dapil, maka secara teknis dapil III bersyarat untuk pecah menjadi dua dapil. Kalaupun regulasi itu direvisi menjadi 3-10 kursi, maka dapil III juga masih bersyarat untuk dimekarkan.
Selain terpenuhinya persyaratan untuk pemekaran dapil, ada alasan lain yang tidak kalah pentingnya. “Dapil III wajib dimekarkan, karena pertimbangan wilayah territorial dan keterwakilan,” ucap Ibra.
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Banggai ini mengestimasi ketika dapil yang mengalokasikan 10 kursi itu benar-benar dimekarkan. “Bunta, Nuhon dan Simpang Raya tetap satu dapil. Sedang pecahannya Lobu, Pagimana dan Bualemo. Tentu saja jatah kursi dapil induk lebih banyak, yakni 6-4,” kata Ibra.
Sejauh ini KPU Banggai belum dapat memastikan apakah pada pileg 2019 Kabupaten Banggai bertambah dapil. Melalui Divisi Teknis Teguh Yuwono, lembaganya masih akan menunggu undang-undang dan PKPU. Dengan demikian komisioner KPU Banggai tak mau berspekulasi.
Sikap stagnan KPU itu ditanggapi Ibra. Mestinya lembaga penyelenggara pemilu tidak mengabaikan ketentuan ambang batas minimal jumlah kursi dalam setiap dapil. Hal penting lainnya, KPU juga melihat pijakan kearifan lokal. Yang pasti tekan aleg tiga periode ini, publik menunggu political will KPU dalam memekarkan dapil pada pesta demokrasi mendatang. (yan)

About uman