Home » Berita Utama » Setor 1,1 Juta, Dijanjikan 1 Miliar
Setor 1,1 Juta, Dijanjikan 1 Miliar
Kabag Ops Polres Banggai Kompol Margiyanta, saat melihat isi kitab langit dan bumi yang bertuliskan bahasa tempo dulu, Rabu (5/4) di ruang Reskrim Polres Banggai. Tampak juga pelaku saat menjelaskan benda-benda antik itu.

Setor 1,1 Juta, Dijanjikan 1 Miliar

LUWUK-Puluhan warga di Desa Gonohop, Kecamatan Simpang Raya, diduga ditipu oleh Ariyanto Samande alias Nur Ahmad (37). Pria yang juga warga desa setempat itu, mengaku sebagai raja Nur Ahmad turunan Wentira dan mengklaim lahir tahun 1128.
Informasi yang dihimpun Luwuk Post menyebutkan, pelaku diduga membawa aliran Kanjeng Dimas. Sebab, masyarakat yang menyetor biaya zakat Rp1,1 juta akan dilipatgandakan hingga mencapai nilai fantastis, yakni Rp 1 miliar selama 101 hari. Warga tergiur dan langsung menyetor ke pelaku melalui rekening atas nama Doni Pedro, baik tunai maupun cicilan. Ada sekira 30 warga Gonohop yang menjadi korban.
Akibatnya, Ia ditangkap personil Polsek Bunta, Selasa (4/4) sekira pukul 15.00 Wita. Namun, saat dikonfirmasi Luwuk Post, Ia membantah diisukan sebagai penggandaan uang. Pria yang berprofesi sebagai tukang panjat kelapa itu, mengungkapkan, tindakan ini atas perintah Tuhan, yang diawali dengan tatanan keluarga Indonesia. Bagi keluarga yang setor uang, maka dihitung membayar zakat.
Kata pelaku, bagi siapa yang melunasi zakat Rp1,1 juta, maka Tuhan akan kembalikan dana tatanan keluarga dengan jumlah Rp 1 miliar, jangka waktu selama 101 hari.  “Sekarang (kemarin) tinggal 40 hari lagi. Saya sudah sampaikan, jika sudah 101 hari, warga yang ikut penataran wajib menagih ke saya,” tuturnya.
Saat hari ke-101 tiba, lanjut Ariyanto, maka Ia akan menagih ke seseorang bernama Kanda Guntur, yang berdomisili di Cirebon, Jawa  Barat. Ia berkenalanan dengan Kanda Guntur saat dikenalkan oleh Doni Pedro via telepon. Hanya sekali telepon saja, pelaku langsung yakin dan percaya. Pelaku lalu menuju Makassar dan terbang ke Jakarta bertemu dengan Doni Pedro.
“Tiket pesawat dari Makassar-Jakarta itu, Doni Pedro yang bayar. Lalu, saya naik kereta bertemu dengan Kanda Guntur di Cirebon berdasarkan petunjuk Doni Pedro,” ungkapnya.
Di Cirebon, pelaku memasuki markas Komando Pasukan Inti (Kopasti) dan bertemu dengan Kanda Guntur. Pelaku menegaskan, ajaran Kanda Guntur yang diterima tidak ada hubungannya dengan Kajeng Dimas Taat Pribadi. Bahkan kata dia, Kanda Guntur sangat anti dengan ajaran tesebut.
“Saya berteman dengan Kanda Guntur dari tanggal 27 Februari. Saya tinggal satu minggu di Cirebon, tepatnya di markas Kopasti. Lalu pergi ke Bandung,” papar Ariyanto.
Sementara itu, Kapolsek Bunta Iptu Candra menyatakan, pihaknya melakukan penangkapan karena telah meresahkan warga. Bahkan tindakan cepat pengamanan ini, karena pelaku akan diamuk massa. “Iya kami tangkap kemarin (Selasa). Kami juga sudah serahkan ke Satreskrim Polres Banggai hari ini (kemarin) untuk diselidiki lebih lanjut,” paparnnya.
Kata dia, ada sekira 60 warga yang sudah menjadi korban penipuan. Warga dibuat yakin dengan barang-barang antik yang ditunjukan pelaku, seperti dua kitab tempo dulu, keris, pecahan uang Brazil, tongkat Garuda, dan dokumen lainnya. “Kasihan masyarakat awam, ketika lihat barang-barang antik itu langsung percaya. Padahal belum tentu asli,” kata Chandra.
Saat penangkapan, lanjut mantan Kasat Narkoba Polres Banggai ini, pelaku sempat mengeluarkan benda yang dikatakan, bahwa benda-benda ini merupakan pusaka dan aset amanah harta Tuhan melalui Guntur Sukarno Putra dari Jakarta. “Nantilah ditangani Reskrim Polres Banggai. Intinya, kami sudah limpahkan,” pungkasnya.
Di rumah pelaku, pihaknya berhasil mengamankan buku besar kitab perjanjian langit dan bumi, mercusuar dunia, 4 buah keris besar, 23 keris kecil, 4 buah tongkat Garuda, 2 buah trisula, topi dengan emblem mahkota raja, baju pemberian Guruh Guntur, bendera merah putih dari Wentira, satu pasang pakaian pemberian ratu pantai selatan, 12 biji berlian, 3 buah poto Nyi Roro Kidul, pecahan uang koin yang disebut dari perjanjian Nabi Nuh, kertas nama-nama yang telah memberikan sejumlah uang yang berjumlah sementara 38 orang, resi transfer uang dengan total sekitar Rp39 juta, 99 lembar mata uang asing asal Brazil, serta beberapa dokumen lainnya. Semua barang bukti dan pelaku sudah diserahkan ke Polres Banggai.(awi)

About uman