Home » Berita Utama » Dua Sipir Terancam Sanksi
Dua Sipir Terancam Sanksi
Kakanwil KemenkumHAM Sulteng, Iwan Kurniawan (tengah), Senin (3/4) saat memberikan penjelasan mengenai kondisi lapas dan adanya temuan orang luar yang masuk di luar jam besuk.

Dua Sipir Terancam Sanksi

LUWUK-Dua sipir yang bertugas pada malam saat penggeledahan Lapas dilakukan petugas gabungan Polres Banggai, BNK dan Pemda, Sabtu (1/4) dinihari, bakal dikenakan sanksi. Itu dipastikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah, Iwan Kurniawan, Senin (3/4). Penyebabnya, karena mereka mengijinkan dua orang yang bukan warga binaan masuk di luar jam besuk.
Iwan menjelaskan kedua sipir tersebut berinisial H dan A. Masing-masing adalah petugas penjaga pintu dan kepala jaga piket. “Itu jelas pelanggaran. Sanksinya juga jelas. Jadi kita sudah periksa dan sekarang tinggal tunggu hasilnya,” tegas Iwan saat dimintai keterangan di sela-sela acara penyambutan 150 WNA asal Thiongkok.
Menurutnya, sanksi itu akan makin diperdalam ketika hasil penyelidikan polisi sudah diterima. Ia bahkan memastikan akan ada sanksi tegas jika ternyata dalam pemeriksaan polisi ke dua sipir tersebut terbukti ikut terlibat dalam jaringan para pengedar narkoba. “Intinya kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. Kalau sudah ada, nanti itu akan jadi dasar pemberian sanksi,” paparnya.
Terlepas dari masuknya dua orang luar ke dalam lapas di tengah malam itu, Iwan mengaku bahwa kondisi lapas memang sudah overload. Bahkan, rasio antara pegawai sipir dan warga binaan sudah sangat tak sebanding. “Overload itu sudah lebih dari 100 persen. Di tambah lagi sipir kita terbatas jadi memang berbagai kemungkinan bisa terjadi. Tapi ini masih kita dalami dari pemeriksaan dua sipir tadi,” jelasnya.
Ia berharap ke depan, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI serta masyarakat bisa membantu pengawasan terhadap peredaran narkoba dan warga negara asing yang ada di Kabupaten Banggai. Sebab, Ia mengakui personil yang terbatas dan moratorium penerimaan pegawai membuat pihaknya tak mampu mengawasi seluruh wilayah yang ada.
Senada dengan itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Suprayogi mengakui jika ada dugaan keterlibatkan sipir saat berlangsungnya pesta sabu-sabu di dalam ruang perawatan Lapas, malam itu. Sebab, ada dua warga sipil yang berhasil masuk, meskipun di luar jam besuk.
Ia mengaku, pihaknya memastikan ada dua sipir yang diduga terlibat itu dengan pemeriksaan internal. Ia menjelaskan mereka adalah seorang sipir selaku komandan jaga, dan seorang sipir sebagai Penjaga Pintu Utama (P2U) yang membantu petugas portir saat jam besuk. “Dalam penangkapan ini, ada dua sipir yang sudah diproses. Saya pastikan akan ganti mereka,” tegas Suprayogi.
Ia mengatakan, keduanya sudah diperiksa intensif oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) KemenkumHAM Sulteng. “Hari ini (kemarin) sudah diperiksa oleh Kakanwil,” ungkapnya seraya menyatakan, pihaknya akan selalu terbuka ke publik, asalkan sesuai SOP.
Suprayogi mengharapkan bantuan kepolisian, pemerintah daerah maupun masyarakat dalam memberentas dan membersihkan narkoba di dalam Lapas yang sudah dicap sebagai sarang narkoba. “Saya minta bantuan semua pihak agar Lapas benar-benar bersih dari peredaran narkoba,” harapnya.(van/awi)

About uman