Home » Berita Utama » Bubung Simpong Tahap 1, OTT Juanda P21
Bubung Simpong Tahap 1, OTT Juanda P21
AKP Edigio

Bubung Simpong Tahap 1, OTT Juanda P21

LUWUK– Berkas perkara tersangka Inwar Anwar Said, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) empat paket proyek pekerjaan jasa konsultasi penyusunan study kelayakan dan master plan pengembangan kawasan pesisir perkotaan, yakni segmen Bubung dan segmen Simpong, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banggai, Senin (3/4).
Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Egidio F Alfamantar, menyatakan, berkas perkara satu tersangka sudah dilimpahkan, sementara berkas perkara dua tersangka lainnya yakni, Kepala Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Arman Muid, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Haris Djafaar, akan segera dilimpahkan pekan ini.
“Tersangka Inwar Anwar Said tadi (kemarin) sudah dilimpahkan. Kalau  Arman Muid mungkin besok (hari ini) dan Haris Djafaar hari Rabu atau Kamis. Kami belum limpahkan seluruh tersangka, karena berkas dua tersangka lainnya masih dalam proses perampungan,” tuturnya, kemarin.
Ia mengharapkan, berkas perkara kasus yang taksir merugikan negara Rp2,4 miliar ini bisa dinyatakan P21 oleh Jaksa peneliti. “Semoga P21 sehingga kasus ini segera dilimpahkan ke Jaksa,” harap Egidio.
Selama ini, kata dia, penyidik Satreskrim Polres Banggai hanya fokus pada tiga tersangka. Memang banyak opini publik yang menyatakan bahwa tersangka akan bertambah, namun penyidik belum ke arah sana. “Sebab, penetapan tersangka harus berdasarkan fakta, bukan opini,” tandasnya.
Kasus yang menelan dana APBD pada tahun anggaran 2014 itu, menyeret tiga tersangka. Mereka adalah Kepala Disciktar Banggai (sekarang Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan) Arman Muid, PPK Muh Haris Djafaar dan Direktur PT DBGR Inwar Anwar Said. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-undang Tipikor jo pasal 55 KUHP.
Saat ini, tersangka Arman Muid dan Haris Djafaar masih menjalani masa penangguhan, sementara Inwar Anwar Said telah mendekan di dalam sel tahanan Mapolres Banggai.
Sementara itu, untuk berkas perkara kasus operasi tangkap tangan (OTT) mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banggai Juanda Balahanti, sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Banggai. “Kalau kasus OTT Juanda sudah P21,” ungkap Egidio.
Kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Jaksa, terkait penyerahan tersangka dan barang bukti. “Tahap dua belum direncanakan, kami koordinasi dulu dengan Jaksa,” katanya.
Sekadar diketahui, mantan Kepala DKP Banggai, Juanda Balahanti, tak bisa berbuat banyak saat dirinya diciduk tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polres Banggai dalam operasi tangkap tangan (OTT) Sabtu 26 November 2016 lalu, di kediamannya, di jalan Sungai Lindu, Kelurahan Bungin, Kompleks Pasar Tua.
Meski sempat mengelak, Juanda akhirnya menyerah dan tak berkutik, setelah barang bukti (babuk) berupa uang sejumlah Rp 3,9 juta ditemukan polisi.
Mantan Kepala BPMPPT Banggai itu, diduga meminta uang terhadap kelompok nelayan dari Desa Poh, Kecamatan Pagimana untuk memuluskan proposal bantuan nelayan yang diajukan pada program tahun 2016. Dalam penangkapan itu, Juanda langsung diamankan tim Saber Pungli pimpinan Kasat Reskrim Egidio F. Alfamantar ke Mapolres Banggai.(awi)

About uman