Home » Berita Utama » Bandar Narkoba Itu Berdiam di Lapas
Bandar Narkoba Itu Berdiam di Lapas
Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi, didampingi Ketua BNK Mustar Labolo, Kepala Lapas Luwuk Suprayogi, Kabag Ops Kompol Margiyanta, serta Kasat Narkona Iptu Velly, saat siaran pers di Aula Cakra Manggala Mapolres Banggai, Senin (3/4).

Bandar Narkoba Itu Berdiam di Lapas

LUWUK– Pintu Lapas Kelas IIB Luwuk kembali jebol. Sabtu dini hari (1/4) sekira pukul 02.30 Wita, personil Satres Narkoba Polres Banggai meringkus bandar narkoba jenis sabu-sabu bersama lima terduga pelaku lainnya di ruang koki. Tepatnya di depan ruang perawatan Lapas Kelas IIB Luwuk. Mereka diduga ditangkap saat sedang asik pesta narkoba.
Keenam tersangka itu adalah Rifandi alias Daeng Fandi (38), yang merupakan bandar besar di dalam Lapas. Lalu, Mohamad Wahyu, Jepno dan Andi Setiawan, warga binaan. Serta dua warga di luar Lapas, yakni, Imran (26) dan Asrul Juniardi (35).
Di tangan tersangka, satuan yang dinahkodai Iptu Velly itu berhasil mengamankan barang bukti berupa 60 sachet plastik berisikan kristal bening yang diduga sabu-sabu, 1 sachet plastik ukuran besar diduga berisi sabu-sabu, 6 buah alat hisap (bong), 2 buah korekl api gas yang sudah dimodifikasi, 3 pak plastik bening yang sering digunakan untuk membungkus sabu-sabu, 1 buah timbangan digital, 1 buah buku kwitansi yang digunakan saat transaksi, 1 lembar bukti transfer melalui Bank BRI, 1 buah tas hitam, serta uang tunai sebesar Rp 31 juta lebih.
Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi, saat siaran pers di Aula Cakra Manggala Mapolres Banggai, Senin (3/4), mengungkapkan, penangkapan ini berkat kerjasama yang baik antara Polres Banggai, BNK dan pihak Lapas Kelas IIB Luwuk.
Saat itu, sejumlah personil Satres Narkoba berkoordinasi dengan Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Suprayogi, untuk dilakukan penggeledahan. Sebab, ada dugaan sejumlah warga binaan sedang pesta sabu di balik jeruji besi.
Lalu, Kalapas bersama Kasat Narkoba Polres Banggai langsung memimpin operasi, sembari ditemani 15 personil Satres Narkoba. Saat masuk ke dalam ruang perawatan, mereka menemukan tersangka Daeng Fandi yang juga terpidana kasus narkoba bersama lima temannya. “Dari kelima itu, tiga warga binaan. Sementara duanya adalah warga sipil yang masuk ke dalam untuk bertamu,” tutur Baehaki. Setelah itu, personil Satres Narkoba menggeledah isi ruangan. Alhasil, ditemukan puluhan paket narkoba jenis sabu-sabu, alat hisap, uang tunai Rp 31 juta lebih, serta barang bukti lainnya. “Puluhan paket sabu-sabu ini diperikiran seberat 1 ons. Jika diuangkan sekira Rp250 juta,” paparnya.
Mantan Kapolres Tojo Una-una ini menyatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melawan jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Banggai. Salah satunya di dalam Lapas  Kelas IIB Luwuk. Dikatakan, banyak cara yang dilakukan pelaku penyalahguna narkoba agar bisa memasukan barang haram tersebut di dalam Lapas.  Baik dengan cara membuang melalui pagar maupun pintu Lapas.
“Meskipun mereka (pelaku narkoba) berhasil memasukan narkoba ke Lapas, kami juga akan berusaha untuk menangkap dan membongkar jaringan ini. Ada beberapa kasus yang masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan lainnya,” kata Baehaki.
Ia menuturkan, tersangka Daeng Fandi ini adalah salah satu bandar narkoba terbesar di Kabupaten Banggai. Dan sudah lama menjadi target operasi kepolisian. Sementara barang haram ini dipasok dari dalam negeri. “Sejauh ini belum terdekteksi dipasok dari luar negeri. Kami saat sedang berusaha untuk mengungkap jaringan pemasok,” tegasnya.
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banggai Mustar Labolo mengapresiasi upaya kepolisian dan pihak Lapas Kelas IIB Luwuk, dalam upaya mengungkap jaringan narkoba dari balik jeruji besi. Ia menyatakan, narkoba merupakan musuh bangsa Indonesia, sama halnya dengan terorisme dan korupsi.
BNK sendiri, kata dia, akan melakukan langkah-langkah pencegahan, dengan cara memberikan penyuluhan maupun sosialisasi di masyarakat. Pihaknya akan berusaha melobi ke pusat agar di Kabupaten Banggai dibentuk BNN. “Kok kita kalah dari Bangkep dan Tojo Una-una. Saya akan upayakan agar BNN secepatnya dibentuk,” tandas Mustar.
Dari unsur pemerintah daerah, Mustar sekaligus sebagai Wakil Bupati Banggai juga akan berkoordinasi dengan Lapas Kelas IIB Luwuk untuk membantu fasilitas pengamanan. Mengingat salah satu faktor Lapas menjadi sarang  narkoba adalah minimnya fasilitas pengamanan maupun petugas keamanan. “Kami siap bantu, asalkan tidak berbenturan dengan aturan. Nanti kami koordinasi dengan pihak Lapas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Suprayogi, menyatakan, pihaknya tidak mampu memberantas narkoba di dalam Lapas, tanpa ada dukungan dari Polres Banggai dan pemerintah daerah. Sebab, kata dia, antara warga binaan dan petugas Lapas itu berbanding terbalik. “Warga binaan semakin bertambah, sementara pegawai makin berkurang,” ungkapnya.
Sejauh ini, dari jumlah warga binaan, ada sekira 25 persen adalah terpidana kasus narkoba. Jumlahnya sekira 106 terpidana narkoba. “Olehnya itu, saya ucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian, karena sudah membantu kami dalam memberantas narkoba di dalam Lapas,” ucap Suprayogi.

Pengguna Narkoba Diciduk di Depan Hotel Wisata//
Sebelumnya pada Sabtu siang (1/4) sekira pukul 12.15 Wita, Satres Narkoba Polres Banggai berhasil menangkap seorang pelaku penyalahguna narkoba, Harizal Barens alias Ega (34), di depan Hotel Wisata, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk.
Kasat Narkoba Polres Banggai, Iptu Velly menuturkan, di tangan pelaku, pihaknya berhasil mengamankan 1 paket plastik berisikan kristal bening yang diduga sabu-sabu. Selain itu, juga diamankan 1 unit handphone merk Nokia warna hitam dan 1 unit handphone merk Hammer warna merah muda. “Pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolres Banggai untuk pengembangan penyelidikan,” katanya, kemarin.
Mantan Kapolsek Batui ini mengungkapkan, penangkapan ini berkat kerjasam yang baik antara personil Satres Narkoba dengan masyarakat. Saat itu, sejumlah masyarakat mencurigai pelaku sedang melakukan transaksi narkoba di depan Hotel Wisata. Lalu, dilaporkan ke polisi. “Tak pakai lama, personil Satres Narkoba langsung menuju lokasi dan akhirnya berhasil menangkap pelaku,” tutur Velly.(awi)

About uman