Home » Berita Utama » Kawal Kasus Pembunuhan
Kawal Kasus Pembunuhan
Sekretaris TRC PA Banggai, Zainal M Zaman (kemeja merah), saat berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Egidio F Alfamantar, di ruang kerjanya, belum lama ini. Kedatangan TRC PA Banggai untuk mengawal penanganan kasus yang melibatkan seorang tersangka yang masih dibawah umur.

Kawal Kasus Pembunuhan

LUWUK– Tersangka pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Frans Paliling (78) dan Roswita Daun Lele (72), terus membetot perhatian publik. Sebab, selain tersangka adalah cucu kandung korban, berinisial KP alias K (17) juga masih kategori anak di bawah umur.
Menyikapi hal itu, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kabupaten Banggai, berkomitmen akan terus mengawal kasus pembunuhan berencana yang melibatkan K sebagai tersangka.
“Sejak awal, kami sudah berkoordinasi dengan Polres Banggai, dalam hal ini Kasat Reskrim AKP Egidio F Alfamantar sebagai mitra kerja kami,” kata Sekretaris Korda TRC PA Banggai, Zainal M Zaman, kemarin (2/4).
Pria yang akrab disapa Inal ini menuturkan, dalam kasus tersebut pihaknya hanya memastikan, apakah tersangka K ini sudah mendapat perlakuan sebagaimana mestinya seorang anak. Sebab tersangka masuk dalam kategori anak di bawah umur, karena belum berusia di atas 18 tahun. “Apakah hak-haknya terpenuhi selama tahapan proses peradilan sejak dimulainya pemeriksaan, itu yang menjadi perhatian kami. Jadi, kami hanya memastikan saja,” paparnya.
Selain itu, lanjut Zainal, TRC PA juga meminta kepada pemerintah daerah terlibat aktif dalam upaya-upaya perlindungan khusus kepada anak, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas  Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 59 Ayat (1) disebutkan; Pemerintah,  pemerintah daerah,  dan lembaga lainnya berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada Anak. Ayat (2); perlindungan khusus kepada Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada, pertama; Anak dalam situasi darurat, dan kedua; Anak yg berhadapan dengan hukum.
“Kami minta pemerintah daerah jangan cuek dengan kasus ini. Pemerintah daerah harusnya jemput bola, bukan malah membiarkan publik menghakimi tersangka melalui media sosial,” tegasnya.
Zainal menyatakan, TRC PA melihat tersangka dalam kasus ini terlepas dari tindak pidana, melainkan sebagai korban dari lingkungan sekitar, terutama keluarga. Sementara itu, soal justifikasi publik terhadap tersangka yang beredar di masyarakat melalui media sosial,  TRC PA mengimbau kepada masyarakat mengawal kasus ini dengan tidak menjatuhkan hukuman sosial yang berlebihan.
“Proses hukum tetap berjalan, hindari publikasi identitas tersangka anak di bawah umur, dan hindari labelisasi. Mari kita jadikan pelajaran bersama, pelajaran buat kita pribadi dan keluarga. Agar kasus semacam ini tidak terulang kembali,” tandasnya.
Ia menambahkan, dalam mengawal kasus ini, TRC PA Banggai terus berkoordinasi, baik itu ke Korwil Sulawesi Tengah maupun ke Kornas TRC PA. Bahkan, belum lama ini, atas laporan ke TRC PA Bangai, Kornas TRC PA sudah beraudiensi langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yambise, di ruang kerjanya bersama dengan Korwil  Sulteng TRC PA.
“Kasus pembunuhan sadis ini juga sudah menjadi pembahasan di tingkat nasional. Semoga ke depannya ada langkah-langkah kongkrit yang bersifat edukatif dan preventif dari pemerintah daerah, khususnya kepada anak,” harap Zainal.
Sebelumnya, Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi, menyatakan, kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal  338 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat  (1) ke-1e KUHP dengan ancaman hukuman mati atau 20 (dua puluh) tahun penjara.  “Untuk tersangka KP, masih kategori anak dibawah umur. Dalam penerapan pasal akan berbeda dengan tersangka lain,” paparnya saat siaran pers di Aula Cakra Manggala Mapolres Banggai, Jumat (31/3).
Dalam mengungkap kasus tersebut, Polres Banggai berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah parang lengkap dengan sarungnya, pakaian kedua korban, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa plat nomor kendaraan dan helm milik tersangka KP, 1 lembar jaket warna biru, 1 lembar celana pendek warna kuning dan 1 buah tas ransel warna hitam merek Nike.
Sementara itu, rencananya Polres Banggai akan mendatangkan pakar psikolog anak dari Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Polri Cabang Makassar untuk melakukan observasi dan konseling kepada tersangka, KP alias K (17), terkait kasus pembunuhan sadis pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia, Frans Paliling (78) dan Roswita Daunlele (72) pada Kamis (23/3) lalu, di Jalan Suprapto, Kelurahan Luwuk, Keamatan Luwuk. “Kami rencanannya akan datangkan Apsifor Makassar 4 April,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Wiratno Apit, Kamis pekan lalu. (awi)

About uman