Home » Berita Utama » Stop Produksi Miras!
Stop Produksi Miras!
DIMUSNAHKAN: Dari kiri, Polsek, pemerintah Kecamatan Pagimana, pemerintah Kelurahan Basabungan serta sejumlah warga setempat saat menertibkan tempat produksi minuman keras jenis cap tikus di Kelurahan Basabungan, Rabu (22/3). Dari kanan, personil gabungan dari Polres Banggai, Kodim 13/08 L/B, pemerintah daerah memusnahkan hasil razia miras jenis cap tikus di Kecamatan Bunta dan Nuhon.

Stop Produksi Miras!

BUNTA-Penertiban minuman keras (miras) jenis cap tikus di Desa Laonggo, Kecamatan Bunta, Rabu (22/3, berjalan tanpa ada perlawanan. Ratusan personil yang dipimpin langsung oleh Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi itu, berhasil mengamankan puluhan alat produksi dan memusnahkan ribuan liter bahan baku cap tikus (saguer).
Pantauan Luwuk Post, ratusan personil mulai menyisir lokasi produksi sekira pukul 09.00 Wita. Mereka dibagi menjadi enam kelompok dan menyebar di tiga dusun di Desa Laonggo. Dalam penyisiran yang memasuki perkebunan warga dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter itu, petugas mengamankan alat penyulingan cap tikus yang terbuat dari drum, memotong jalur penyulingan dari pipa, memusnahkan saguer, serta membongkar langsung tempat produksi tersebut.
Namun, ada sebagian alat produksi yang terlebih dahulu diamankan pemiliknya. Ada juga beberapa warga yang lari saat melihat petugas datang ke lokasi pabrik cap tikus. Sebab, saat itu mereka tengah memproduksi cap tikus. Selain itu, beberapa warga terlihat meneteskan air mata, karena sedih melihat lokasi mata pencaharian mereka dibongkar petugas.
Tak hanya di Desa Laonggo, petugas juga menyisir pabrik barang haram tersebut di Desa Dondo Soboli Kecamatan Bunta dan beberapa Desa di Kecamatan Nuhon. Usai melakukan penyisiran, barang bukti yang berhasil diamankan langsung dibawa ke Mapolsek Bunta.
Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi, menyatakan, pihaknya sebelumnya sudah mengimbau masyarakat agar kooperatif dan patuh terhadap hukum yang berlaku. “Syukurlah, warga Laonggo sadar hukum, sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam penertiban miras ini,” kata Benni seusai penertiban.
Pemilik pabrik miras yang ditertibkan sudah didata. Nanti, akan dilakukan pembinaan. Ke depannya, kata Benni, polisi akan bekerjasama dengan pemerintah daerah. “Intinya, produksi selanjutnya harus bermanfaat bagi warga dan bernilai ekonomis,” papar Baehaki.
Benni menegaskan, jajaran Polres Banggai akan menegakan aturan, baik undang-undang maupun peraturan daerah tentang miras. Penertiban ini bukan hanya di Desa Laonggo, tetapi di seluruh wilayah Kabupaten Banggai. “Tujuannya agar memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Baehaki mengungkapkan, merujuk data tindakan kejahatan, baik pemerkosaan, perkelahian, tawuran, pencurian maupun pelecehan seksual bersumber dari miras. Apalagi, produksi miras di Kabupaten Banggai sudah banyak disuplai ke luar daerah, seperti Gorontalo dan Sulawesi Utara.”Olehnya itu, hari ini (kemarin) memaksa kita untuk melakukan tindakan penertiban agar kita bisa menjamin keamanan dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Banggai,” beber mantan Kapolres Tojo Una-una itu.
Selama penertiban, tidak ada perlawanan dari warga. Ini menandakan, masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya di Desa Laonggo memiliki kesadaran hukum yang sangat baik. Sebab, dengan imbauan saja, masyarakat sudah paham dan ikut serta dalam menertibkan produksi miras.
Camat Bunta Ismed Wardana saat dikonfirmasi menuturkan, produksi cap tikus ini merupakan kebiasaan, dan tindakan ini salah. Sebab, ada pekerjaan lain yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya harap aparat bisa pantau lagi. Takutnya, warga kembali memproduksi miras,” ujar Ismed.
Mantan Sekcam Luwuk Timur itu, menjelaskan, pemerintah daerah memiliki solusi agar produksi miras dialihkan ke gula aren dan methanol. Pemerintah daerah akan mendatangkan instruktur dari Provinsi Gorontalo untuk melatih warga Laonggo. Sebab, di Kabupaten Bualemo  masyarakatnya berhasil memproduksi methanol. “Tak hanya pelatihan, melalui ADD juga masyarakat akan difasilitasi dari unsur sarana dan prasarana. Yang pasti, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam demi kepentingan masyarakat Laonggo,” janjinya.
Sementara itu, Kepala Desa Laonggo Musa Garaya mendesak pemerintah daerah agar segera mrealisasikan janjinya saat sosialosasi beberapa waktu lalu. Jika tidak, jangan salah warga bila masih memproduksi miras.
Meski begitu, Musa mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil karena sudah menertibkan miras di wilayahnya. “Warga sebenarnya sangat mendukung penertiban miras, asalkan pemerintah cepat realisasikan janjinya,” tandas Musa.
Penertiban di Basabungan
Di bagian lain, Polsek, pemerintah Kecamatan Pagimana, pemerintah Kelurahan Basabungan serta sejumlah warga setempat juga menertibkan produksi miras jenis cap tikus di Kelurahan Basabungan.
Namrud B. Uwete, menyerukan agar masyarakat mendukung larangan memproduksi dan mengedarkan miras yang dikeluarkan oleh Polres Banggai. ”Mari sama-sama kita dukung maklumat dari pak Kapolres dalam pemberantasan miras,” tegas Namrud, kemarin.
Namrud menyatakan, pemerintah telah menyiapkan solusi dengan mengalihkan produksi minuman keras menjadi gula aren. “Itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk bisa mendapatkan hasil produksi dan penjualan yang sesuai,” katanya sembari mengatakan miras telah mengganggu keamaanan dan ketertiban.
Sementara itu, Kapolsek Pagimana, Iptu Musa, menyatakan keamanan dan ketertiban sangat penting untuk dijaga. Apalagi, Pulau Tinalapu akan dikembangkan pemerintah daerah untuk menjadi destinasi wisata unggulan. “Intinya pariwisata itu berkembang kalau keamanan bisa terjaga. Nah persoalan asal-muasal yang mengganggu keamanan itu dari minuman keras,” tegas Musa.
Musa menginformasikan, Jumat (24/3) mendatang, Polsek dan pemerintah Kecamatan Pagimana bersama seluruh pemerintah desa serta kelurahan akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemberatasan miras. (awi/anto)

About uman