Home » Berita Utama » Angdes dan Rental Kuasai Kota
Angdes dan Rental Kuasai Kota
Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Laut, Dishub Banggai, Sudar, saat meladeni sejumlah sopir yang melakukan aksi di kantor Dishub, Senin (20/3). Para sopir kesal dengan sopir Angdes dan Rental yang menguasai kota.

Angdes dan Rental Kuasai Kota

LUWUK–Para sopir angkutan kota (angkot)  benar-benar kesal. Mereka mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai, Senin (20/3), untuk meminta agar angkutan desa (angdes) yang menerobos ke Kota Luwuk segera ditertibkan.
Para sopir angdes seharusnya wajib menurunkan penumpang di Terminal Biak di Kecamatan Luwuk Utara, dan Terminal Kilometer 8 di Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan. Tetapi, yang terjadi angdes menerobos ke Kota Luwuk.
Selain itu, mobil rental  yang melayani perjalanan ke luar kota juga sudah menguasai pelabuhan. Semestinya, dari pelabuhan para calon penumpang menggunakan jasa angkot terlebih dahulu untuk ke Perusahaan Otobus (PO).
“Rental kuasai pelabuhan. Terminal sudah tidak dipakai lagi karena angdes tidak singgah lagi, tapi terus ke kota. Kami mau dapat apa?” ujar salah seorang sopir angkot, Heni saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan, kemarin.
Sementara itu, Bidang Pengawasan Aspindo, Yofan Andi, meminta, Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai menyebarluaskan aturan terkait pembagian trayek. ”Supaya kita bersinergi,” tegas Andi.
Di tengah rapat bersama Aspindo dan sejumlah sopir angkot, Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Laut, Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai, Sudar, menyatakan, hari ini (21/3) pihaknya dan Satlantas Porles Banggai, akan turun ke Terminal Kilometer 8 untuk menertibkan angdes yang masih masuk ke Kota Luwuk. “Sopir juga ke sana jam 07.00 Wita,” katanya.
Setelah itu, pada malam hari, akan dilakukan juga penertiban rental-rental yang masih mencari penumpang di pelabuhan. “Kita koordinasi dengan lantas,” ucap Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai, I Nyoman Nanteri.  Hanya saja, untuk penertiban di Terminal Biak, Kecamatan Luwuk Utara belum ditentukan kapan akan dilakukan. “Terminal kilo 8 saja dulu dan pelabuhan,” jelas Sudar seusai pertemuan. (ali)

About uman