Home » Berita Utama » Zamra di Atas Angin
Zamra di Atas Angin
Asis Harianto

Zamra di Atas Angin

SALAKAN-Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Zainal Mus-Rais Adam (Zamra) melenggang bebas atas perolehan suara pada Pilkada 2017 Banggai Kepulauan. Itu setelah keberatan paslon nomor urut 4, Irianto Malinggong-Hesmon Pandili atas putusan Bawaslu Sulteng ditolak Bawaslu RI.
Ketua Tim Penasehat Hukum Zamra, Asis Harianto SH, MH, menjelaskan baru saja menerima putusan Bawaslu RI di Jakarta dan hasilnya cukup memuaskan. “Putusan Bawaslu RI itu menguatkan putusan Bawaslu Sulawesi Tengah,” paparnya, Senin (27/2).
Pada salinan putusan rapat permusyawaratan Majelis Pemeriksa dalam forum rapat pleno yang dipimpin Prof. DR. Muhammad S.IP, M.Si tertulis Bawaslu RI menyatakan menolak keberatan pelapor dan menguatkan putusan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah dengan nomor 02/TSM/BWSL.SULTENG/1/2017 tanggal 30 Januari 2017. Dengan lahirnya putusan itu, harapan tim pemenangan Irhes yang dipimpin Risal Arwie terkait dugaan money politics terstruktur, sistematis dan massif  (TSM) terbantahkan. “Dengan hasil ini maka kami dari Zamra tinggal menunggu apakah ada keberatan lain dari hasil pilkada kemarin. Kalau ada, kamipun sebagai tim kuasa hukum akan selalu siap mendampingi,” tegas Asis.
Selain putusan tersebut, peluang gugatan atas penetapan KPUD Bangkep atas hasil rekapitulasi suara yang dimenangkan paslon Zamra semakin tipis. Pasalnya, hingga batas waktu kemarin sesuai jam kerja, daftar ajuan sengketa pilkada 2017 di Mahkamah Konstitusi (MK) belum bergerak dari jumlah 25 berkas, minus gugatan dari Kabupaten Banggai Kepulauan. “Kalau melihat hari kerja maka saya melihat di daftar MK belum ada gugatan dari tim pemenangan Irhes. Jadi kami tinggal menunggu penetapan bupati terpilih dari KPUD,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Sudirman Sapat S.Pd, M.Si selaku Komisioner KPUD Bangkep. Dihubungi terpisah Ia mengaku telah melakukan pengecekan ke MK dan daftar gugatan belum ada dari Banggai Kepulauan. “Sampai pukul delapan malam ini saya lihat belum ada gugatan dari paslon lain atas penetapan rekapitulasi suara KPUD Bangkep. Tapi kita tunggu dulu sampai pukul 24.00 waktu Indonesia barat,” kata Sudirman.
Sudirman juga menjelaskan pihaknya masih menunggu apakah ada gugatan dari paslon lain atas kemenangan Zamra atau tidak. Jika tidak ada gugatan yang masuk ke MK, maka tahapan akan terus berjalan. “Mengenai persoalan di DKPP itu urusan belakangan, tapi KPUD Bangkep akan menetapkan dulu pasangan bupati terpilih pada tanggal 8 sampai 10 Maret mendatang,” jelasnya.
Diketahui, dalam daftar sengketa pilkada 2017 hanya terdapat 25 aduan di MK. Masing-masing dari Kabupaten Takalar-Sulawesi Selatan, Bengkulu Tengah, Gayo Luwes-Aceh, Dogiyai-Papua, Kota Kendari-Sultra, Salatiga-Jawa Tengah, Bombana-Sultra, Pulau Morotai -Malut, Jepara-Jateng, Nagan Raya-Aceh, Tebo-Jambi, Sarmi-Papua, Kepulauan Sangihe-Sulut, Kota Yogyakarta-DIY, Sarolangun-Jambi, Sarmi-Papua, Kota Tasikmalaya-Jabar, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie-Aceh, Aceh Singkil, Sorong-Papua Barat, Lanny Jaya-Papua, Buton Selatan-Sultra, Kota Langsa-Aceh.(van)

About uman