Home » Politik » Harsono Moidady Dianggap tak Siap Kalah
Harsono Moidady Dianggap tak Siap Kalah
Syahrin Taalek

Harsono Moidady Dianggap tak Siap Kalah

LUWUK— Jiwa korsa politik Syahrin Taalek tak terbantahkan. Klaim tendensius yang dilontarkan ketua tim keluarga paslon IRHES, Harsono Moidady terhadap Sekretaris DPC Partai Demokrat Banggai Badrin Nonsi, membuat fungsionaris partai berlambang bintang mercy itu angkat bicara.
Ditemui Senin (27/2) kemarin, Syahrin menilai, statemen Harsono sangat berlebihan dan terkesan tidak siap menerima kekalahan atas kandidatnya pada Pilkada Bangkep 15 Februari 2017. “Potik (sapaan akrab Harsono Moidady) harus mampu menerima takdir demokrasi. Karena setiap kompetisi politik, pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” kata Syahrin.
Pembelaan Badrin terhadap paslon Zamra sambung Syahrin tidaklah berlebihan. Karena selain Demokrat merupakan salah satu partai pengusung juga punya kedekatan antara Badrin dengan calon bupati Bangkep Zainal Mus beserta calon Wakil Bupati Bangkep Rais Adam.
Syahrin sedikit menggurui Harsono. Antara politik uang dengan cost politik harus mampu dibedakan. Dan apa yang dilakukan paslon Zamra sehingga memenangkan pertarungan di pilkada Bangkep selain ditunjang cost politik memadai juga strategi pemenangan yang jitu.
Apa yang dikatakan Badrin bahwa yang berpotensi melakukan pelanggaran pilkada terstruktur, sistimatis dan massif (TSM) adalah paslon IRHES, kembali diperkuat Syahrin. Yang berpotensi TSM adalah kandidat petahana. Sementara paslon Zamra adalah new comer, apalagi kedua figur itu dari luar Kabupaten Bangkep. “Kan mustahil TSM dapat dilakukan Zamra,” kata Syahrin. Malah sebaliknya yang berpeluang TSM adalah paslon IRHES. Indikatornya, koalisi partai pengusung paslon tersebut. “Disana ada Golkar, NasDem, PPP dan PAN. Jika diakumulasi perolehan kursi di DPRD Bangkep sudah lebih 50 persen. Mereka juga tahu seluk beluk daerah. Sehingga berpotensi TSM,” kata Syahrin.
Sekalipun menyodok, namun Syahrin tak menampik kelebihan Harsono. Baginya, Harsono sosok politisi yang militansi. Sebab biasanya, tim sukses dari paslon yang kalah, sudah lipat ekor lebih awal. Tapi hal itu tidak berlaku pada Harsono. Dia tetap bertahan dan terus menjadi garda terdepan membela paslon IRHES, sekalipun statemennya tidak mendasar. (yan)

About uman