Home » Politik » Elit KNPI Memilih Bungkam
Elit KNPI Memilih Bungkam
Ratna Febri

Elit KNPI Memilih Bungkam

LUWUK— Meski ruang klarifikasi telah dibuka, namun tak ada satupun elit DPD KNPI Kabupaten Banggai berkomentar. Mulai dari ketua, sekretaris hingga bendahara (KSB) memilih bungkam.
Sebelumnya, Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai, Irfan Bungadjim yang dikonfirmasi via ponsel nomor 081145xxxx tak membalasnya. Begitu pula dengan Sekretaris KNPI Banggai Alwin Palalo. Mantan Ketua Panwaslih Banggai ini malah menyarankan untuk mengklarifikasi kepada Ketua KNPI Banggai. Disentil soal anggaran yang dianggap tidak transparan oleh pengurus, Alwin menjawab singkat. “Kalau keuangan semua bendahara yang tahu isinya,” tulis Alwin via pesan singkat.
Bendahara KNPI Banggai, Ramli Hasan juga memilih ‘mohokot’ alias diam. Dihubungi via ponsel pada nomor 08524209xxxx, Kabag Kesra Setda Kabupaten Banggai ini tak memberi jawaban.
Jika sebelumnya Ketua Forum Komunikasi Anak Deker (FKAD) Kabupaten Banggai yang juga unsur Wakil Ketua DPD KNPI Banggai, Ali Akbar yang ‘menelanjangi’ wadah berhimpunnya OKP dan PK tersebut. Kali ini giliran OKP lain yang menyodok kepemimpinan ‘anak desa’ tersebut.
Anggota Nasyiyatul Aisyiah (NA) Kabupaten Banggai Ratna Febri dalam akun facebooknya mengaku kecewa atas kepemimpinan Irfan. Pasalnya, proposal bantuan dana buat NA tidak disikapi. Padahal sudah tujuh kali pengurus NA mendatangi kediamannya. Ada alasan sehingga desakan ini harus ada. Sebab NA yang notabene OKP dibawah naungan KNPI punya ha katas dana hibah yang dikucurkan terhadap KNPI Banggai sebesar Rp350 juta. “Yang kami minta hak kami selaku organisasi resmi. Bukan bantuan dana dari kantong pribadi anda,” tulis Ratna dalam media sosial.
Ratna menambahkan, NA adalah salah satu ortom Muhammadiyah dibawah Aisyiyah, yang artinya sama dengan Pemuda Muhammadiyah. NA juga organisasi terbesar di Indonesia. Dan sebagai kader Muhammadiyah kata Ratna, seharusnya Irfan paham cara bermuhammadiyah. (yan)

About uman