Home » Metro Luwuk » Pembangunan Kantor Kelurahan Disoal
Pembangunan Kantor Kelurahan Disoal
Kantor Kelurahan Basabungan, Kecamatan Pagimana tampak dari depan. Sejumlah bagian bangunan itu mengalami kerusakan meski baru diresmikan pada 12 Februari lalu.

Pembangunan Kantor Kelurahan Disoal

LUWUK–Kualitas pembangunan kantor Kelurahan Basabungan, Kecamatan Pagimana, disorot. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan meski baru saja diresmikan 12 Februari lalu.
Informasi yang dihimpun Luwuk Post dari beberapa sumber terpercaya, menyebutkan, bagian atap mengalami kebocoran hingga merembet pada plafon, papan yang digunakan pada pintu juga diduga tidak sesuai sehingga hampir keselurahan mengalami kerusakan, termasuk pintu masuk utama yang tak bisa terkunci.
Selain itu, beberapa dinding mengalami keretakan dan bahan bangunan yang digunakan pun diduga tidak sesuai petunjuk teknis. Listrik yang menerangi kantor itu juga diduga ilegal.
Lurah Basabungan, Abd. Haris Hamunta, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa pembangunan kantornya itu menuai keluhan. Sejumlah bagian terkesan dikerjakan asal jadi.
Haris menyontohkan, dinding tembok yang sudah retak, atap yang bocor, pintu masuk utama tidak bisa terkunci akibat kayu yang digunakan menyusut sehingga rawan terjadinya pencurian. Kemudian, pengecetan dinding tidak sesuai, kusen kayu juga kini telah dimakan rayap.
Listrik yang digunakan pun diduga ilegal karena tidak diketahui PT PLN Area Luwuk Ranting Pagimana. “Iya benar adanya permasalahan bangunan baru kantor Lurah Basabungan.  Masalah ini juga kami telah menghubungi PPK-nya hanya saja sampai saat ini belum ada tindak lanjut laporan kami,” jelas Haris.
Pembangunan kantor Kelurahan Basabungan menyedot Rp 458,349 juta yang bersumber dari APBD II dan mulai dikerjakan pada September dan selesai pada 31 Desember 2016. (anto)

About uman