Home » Politik » Internal KNPI Banggai Memanas
Internal KNPI Banggai Memanas
Ali Akbar

Internal KNPI Banggai Memanas

LUWUK— Pasca diresuhfle sejumlah pengurus DPD KNPI Kabupaten Banggai, internal organisasi biru putih itu mulai memanas. Unsur Wakil Ketua KNPI Kabupaten Banggai yang juga Ketua Forum Komunikasi Anak Deker (FKAD), Ali Akbar buka-bukaan atas kepemimpinan Irfan Bungadjim yang dinilai sudah melenceng dari ketentuan organisasi.
“Roda KNPI Banggai sudah tidak berjalan di atas relnya. Kebijakan yang dikelurkan Irfan mengabaikan AD/ART,” tuding Ali Minggu (26/2) kemarin.
Mestinya setiap program kerja yang hendak dijalankan, bercermin pada aturan organisasi. Yang terjadi sebaliknya. Kebijakan yang dirumuskan atas inisiatif ketua tanpa melibatkan pengurus harian. “Terkesan KNPI itu hanya milik unsur KSB (ketua, sekretaris dan bendahara),” ujar Ali.
Seperti pembentukan wadah bernama Pemuda Desa. Dalam AD/ART kata Ali tidak mengaturnya. Malah pelegitimasiannya tidak melibatkan pengurus kecamatan (PK) yang notabene perpanjangan tangan KNPI di kecamatan.
Selain pembentukan Pemuda Desa yang bakal menjadi emrio ‘membunuh’ eksistensi organisasi karang taruna di desa juga Ali menyoroti tentang penggunaan dana KNPI Banggai yang dianggapnya tidak transparan.
Dana pembinaan organisasi kepemudaan (OKP) terang Ali, hanya disodorkan kwitansi kosong. Hal ini jelas mengundang tanya para pengurus. “Kabarnya dananya bervariasi, mulai dari Rp1 juta-Rp2,5 juta. Itupun hanya OKP tertentu yang diberikan,” ujar Ali.
Program studi banding (stuban) di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara juga menjadi obyek sorotan FKAD. Kata dia, selain itu bukan agenda KNPI juga tidak pernah diplenokan pada organisasi. Lagi pula tidak jelas output dari stuban yang diikuti belasan pengurus KNPI Banggai itu. “Saya pernah koordinasi dengan Ketua KNPI. Saat itu dia sebut tidak ada agenda stuban. Tapi ternyata mereka berangkat juga. “Irfan mengelabui pemirsa,” kata Ali kesal.
KNPI Banggai disinyalir telah dikomersilkan. Ada program yang tanpa sepengetahuan pengurus dengan meminta dana kepada para Kepsek di Kecamatan Nuhon. Mirisnya lagi, penggalangan dana untuk KNPI itu dibackup dengan rekomendasi Camat. “Ini bukan fitnah. Dokumennya ada pada kami,” tegas Ali.
Masih seputar penggunaan dana. Anggaran KNPI Banggai tahun 2016 sebesar Rp350 juta, sejatinya ada hak kepengurusan lama. Namun dana tersebut digunakan untuk kegiatan tahun 2017, termasuk tuding Ali stuban di Manado.
Ali salah satu pengurus yang diresuhfle. Itu lantaran Ali cs mengeluarkan surat mosi tidak percaya atas kepemimpinan Irfan. Resuhfle itu nilai Ali tidak mekanisme. Sebab tidak mengundangnya. Lagi pula SK pemecatan sebagai pengurus, harus dari DPW KNPI Sulteng dan bukan DPD KNPI Banggai.
Masih ada peluang untuk menyelematkan eksistensi KNPI Banggai. Salah satunya adalah perlu diambil alih kepengurusan oleh Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Banggai. “Kalau ingin organisasi ini selamat, saran saya MPI segera ambil alih DPD KNPI Banggai yang dihuni 180 personil,” kata Ali sembari mewarning Pemda Banggai untuk tidak mencairkan dana hibah KNPI Banggai 2017, sebelum diaudit penggunaan dana tahun 2016. Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai, Irfan Bungadjim yang dikonfirmasi via ponsel nomor 081145xxxx tak membalasnya. (yan)

About uman