Home » Berita Utama » Cili: Suami Saya tak Membawa Sabu
Cili: Suami Saya tak Membawa Sabu
Cili, istri Moh. Zazuli (mengenakan jilbab berkacamata) didampingi sejumlah keluarganya di Kelurahan Bungin, Sabtu (25/2). Mereka keberatan atas tuduhan polisi bahwa Zazuli membawa sabu-sabu.

Cili: Suami Saya tak Membawa Sabu

LUWUK— Hati Cili terpukul, setelah mengetahui bahwa suaminya Moh. Zazuli (43) ditangkap Satres Narkoba Polres Banggai dengan tuduhan membawa narkoba jenis sabu-sabu. Dia pun buru-buru mengklarifikasi pemberitaan yang dilansir sejumlah media cetak di Kota Luwuk itu. “Suami saya tidak membawa sabu,” tepis Cili yang ditemui di jalan Imam Bonjol Kelurahan Bungin Kecamatan Luwuk, Sabtu (25/2).
Versi polisi yang menyebut ASN Kabupaten Bangkep itu mondar-mandir disamping pagar Lapas sejak Kamis (23/2) sore hingga malam hari dibantah Cili. “Sore itu Li (sapaan akrab Zazuli) ada di rumah. Dia menjaga saya yang sedang sakit. Anak saya yang ingin latihan pramuka di sekolah pun tidak diperkenankanya pergi hanya untuk menjaga saya,” kata Cili.
Memang kata Cili, pada Kamis malam Li keluar rumah. “Dia masih sempat meminta uang Rp12 ribu. Tapi saya hanya beri Rp11 ribu,” katanya. Li keluar rumah ingin mencari motor yang sebelumnya dipinjam pakai dengan rekannya, Altris Jasibang. “Saya sempat lihat motor kami itu berada di kediaman yang tak jauh dari Lapas. Makanya Li mencarinya malam itu,” ujar Cili.
Sekitar pukul 11 malam Cili mengaku sempat menelpon suaminya. Namun beberapa saat kemudian teleponnya sudah tidak tersambung. “Sekitar pukul 02.00 wita dini hari saya dengar kabar Li telah ditangkap polisi,” kata Cili.
Kata dia, tuduhan polisi bahwa Li membawa sabu adalah tidak benar. Sebab saat diperiksa, polisi tidak menemukannya. “Li bingung dengan tuduhan mambawa sabu. Makanya dalam BAP, Li tidak mengakui itu barang haram miliknya,” ucap Cili.
Mestinya sambung ibu beranak tiga ini, saat itu juga polisi menggeledah Lapas Luwuk. Sebab mereka beranggapan bahwa sabu-sabu itu berasal dari dalam Lapas.
Tak hanya Cili. Namun keluarganya merasa keberatan. Sebab saat penangkapan, Li dipukuli oknum warga di sekitar Lapas. Atas kejadian itu, keluarga Li membuka laporan polisi atas tuduhan penganiyaan.  Cili juga mengabarkan, usai dipukul Li langsung pusing dan selanjutnya dimuat di mobil pada posisi kesadaran Li tidak stabil. Setiba di kantor polisi, Li dibangunkan dengan tangan sedang diborgol. Setelah digeledah, polisi tidak menemukan sabu-sabu. Malah polisi balik bertanya, lantas sabu-sabu ini milik siapa. Li mengaku bingung, tiba-tiba sabu-sabu itu sudah ada. “Ada kemungkinan suami saya dijebak. Karena sabu-sabu itu awalnya tidak ada, tapi kemudian sudah ada,” ujarnya. (yan)

About uman