Home » Berita Utama » Warga Batui Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Kebakaran
Warga Batui Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Kebakaran
Manager Business Support PT Pertamina EP MGDP, Aldo Pardede, mencoba alat pemadam api ringan pada saat sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang diikuti seratusan warga Batui, Kamis (23/2).

Warga Batui Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Kebakaran

LUWUK-Seratusan warga Batui antusias mengikuti sosialisasi pencegahan dan penganggulangan bahaya kebakaran. Kegiatan yang digelar PT Pertamina EP MGDP bekerjasama dengan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Banggai itu digelar di Balai Pertemuan Kecamatan Batui, Kamis (23/2).
Peserta tidak saja mendapatkan materi tentang potensi penyebab kebakaran, namun dibawah bimbingan enam orang anggota Satpol PP dan Damkar, peserta sosialisasi juga dilatih melakukan pencegahan dan pemadaman.
Aldo P.A Pardede mewakili manajemen PT Pertamina EP MGDP dalam sambutannya mengatakan, kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan, dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Nyaris tidak ada ruang dan lingkungan yang terbebas dari resiko kebakaran yang bisa berakibat fatal itu. Misalnya, korban jiwa, harta dan terhentinya jalannya suatu aktivitas. Dalam banyak kasus, kata dia, jika terjadi kebakaran orang akan sibuk sendiri, lebih mengutamakan penyelamatan barang barang pribadi daripada menghentikan sumber bahaya kebakaran.  Dengan kondisi seperti itu kebakaran justru menjadi sulit dikendalikan.
Aldo juga menjelaskan kemajuan pembangunan yang semakin pesat menyebabkan resiko terjadi kebakaran semakin meningkat. “Penduduk semakin padat, pembangunan gedung perkantoran, kawasan perumahan, industri yang semakin berkembang dapat menimbulkan kerawanan kebakaran sehingga memerlukan penanganan khusus,” tuturnya.
Dihadapan warga Desa Sisipan, Nonong, dan Kayowa, Ia menjelaskan, kebakaran disebabkan oleh faktor manusia dan faktor teknis. Faktor manusia terjadi karena kurang pedulinya masyarakat terhadap bahaya kebakaran dan juga kelalaian. Misalnya, merokok di sembarang tempat, menggunakan instalasi listrik yang berbahaya, melakukan pekerjaan yang beresiko tanpa menggunakan pengaman yang memadai serta melakukan pekerjaan yang mengadung sumber gas dan api tanpa mengikuti persyaratan keselamatan.
Faktor teknis lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyakarat mengenai pemicu kebakaran. Misalnya tidak pernah mengecek kondisi instalasi listrik, menggunakan peralatan masak yang tidak aman, pemasangan regulator yang tidak benar, meletakkan minyak tanah atau tabung gas LPG dekat kompor yang dalam kondisi panas bisa memicu timbulnya api.
Karena itu, sebagai upaya preventif, PT Pertamina EP MGDP bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai mengadakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Sebab, upaya pencegahan harus dilakukan oleh setiap individu dan unit kerja agar kasus kasus kebakaran dapat dikurangi sekecil mungkin.
Melalui sosialisasi itu pihaknya berharap seluruh peserta akan mampu mengidentifikasi potensi penyebab kebakaran, dapat melakukan pencegahan, penanggulangan, penyelamatan jiwa dan evakuasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerja. Dalam kesempatan itu, mewakili manajemen PT Pertamina EP MGDP, Aldo mengucapkan terimakasih kepada Pemda Banggai, Satpol PP dan Damkar, Pemerintah Kecamatan Batui serta kepala desa yang mendukung kegiatan sosialisasi tersebut.
Kabid Kebakaran Satpol PP dan Damkar, Sarifzul Lumpeng, mengapresiasi PT Pertamina EP MGDP yang telah berinisiatif untuk menggelar sosialisasi itu. Ia menjelaskan, pencegahan kebakaran sangat penting karena kasus kebakaran di Kabupaten Banggai seringkali terjadi hanya karena masalah sepele. Mulai dari puntung rokok hingga kelalaian meletakkan obat anti nyamuk bakar.
Ia menyebutkan tahun 2015 terjadi 29 kali kasus kebakaran dan 2016 sebanyak 18 kali kasus kebakaran di Kabupaten Banggai.“Bahkan kemarin malam terjadi di Desa Peta,” katanya.
Sementara itu, Camat Batui, Faizal Karim, mengatakan, kebakaran merupakan bencana sosial yang bisa diprediksi dan dicegah sejak dini. “Tergantung bagaimana kita, keluarga dan lingkungan mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Ia sangat mengapresiasi kegiatan itu karena memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara pencegahan kebakaran sejak dini. Apalagi, pada prakteknya masyarakat dilatih untuk tidak panik menghadapi kebakaran dan melakukan pemadaman dengan mengutamakan keselamatan jiwa. (ris)

About uman