Home » Metro Luwuk » Kasus Iwan Amda Berpotensi Gratifikasi?
Kasus Iwan Amda Berpotensi Gratifikasi?
Juanda SH

Kasus Iwan Amda Berpotensi Gratifikasi?

LUWUK– Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Edigio F Alfamantar, bersama sejumlah penyidik menggelar ekspose bersama Kajari Banggai Simurung P Simaremare, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus penggelapan dana yang menyeret mantan Kabid di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banggai, Iwan Amda, di ruang Kajari Banggai, Kamis (23/2).
“Iya, tadi kami dengan penyidik Polres mengekspose kasus Iwan Amda,” ungkap Jaunda SH, Jaksa di Kejaksaan Negeri Banggai saat ditanya wartawan seusai pertemuan.
Dikatakan, sudah disepakati, bahwa kasus ini masuk di ranah pidana umum. Sehingga, Surat Pemberutahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) harus dimasukan ke Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Banggai. “Untuk tahap satu nanti, kami akan terima dulu dalam bentuk pidana umum,” tuturnya.
Kalaupun ada perkembangan, kata dia, nanti dilihat hasil pemeriksaan Jaksa Penunutut Umum (JPU). “Penyidik Polres akan secepatnya melimpahkan barkas perkaranya ke JPU,” katanya.
Apakah ada indikasi ke dugaan gratifikasi yang dilakukan Iwan Amda? “Nanti kita lihat, apakah ada aspek penegakan hukum lainnya, pasti akan dilimpahkan ke Pidana Khusus (Pidsus),” tandas Jaunda.
Iwan Amda ditangkap di Gorontalo pada 7 Januari 2017 lalu, setelah buron selama 3 bulan.
Iwan Amda ditangkap karena laporan penipuan dan penggelapan uang milik Baco Dewa sebanyak Rp300 juta. Uang itu diminta sejak April 2016, dengan menjanjikan sejumlah paket proyek yang ada pada DKP Banggai. (awi)

About uman