Home » Berita Utama » Tinggi Gelombang Bahaya untuk Pelayaran
Tinggi Gelombang Bahaya untuk Pelayaran
Ombak memecah di tanggul penahan di Kelurahaan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Senin (13/2). BMKG memperkirakan, hingga Jumat (17/2) tinggi gelombang laut masih dikisaran 1,5 meter hingga 3,5 meter.

Tinggi Gelombang Bahaya untuk Pelayaran

LUWUK–Dunia pelayaran di Kabupaten Banggai harus mewaspadai gelombang laut yang cukup tinggi untuk tiga hari ke depan. BMKG mencatat, tinggi gelombang laut diperkirakan mulai 1,5 meter hingga 3,5 meter.
Prakirawan BMKG Luwuk, Farhan Marjun menyebutkan, kondisi ini akibat pergeseran udara dari arah selatan ke utara Indonesia. Gelombang laut diperkirakan akan kembali normal pada Jumat (17/2) karena awan sudah mulai bergerak. “Normalnya gelombang 0,5 meter sampai 1,25 meter,” papar Farhan, Selasa (14/2).
Lebih lanjut, kata Farhan, di laut memang terdapat banyak awan tebal. Pergerakannya berlawanan dengan angin. Kondisi ini yang memicu tingginya gelombang laut. “Tapi, curah hujan kemarin belum bisa dibilang ekstrem, masih normal,” tuturnya.
Apakah tinggi gelombang laut kali ini berbahaya untuk pelayaran? Menurut Farhan, jika sudah di atas 2 meter, pihaknya mengeluarkan warning. Hanya saja, perusahaan pelayaran yang melayani penyeberangan antar pulau belum menggunakan perkiraan cuaca sebagai acuan sebelum berlayar. Terkecuali, armada PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry. “Kalau dari BMKG, tinggi gelombang lebih dari 2 meter sudah dikeluarkan warning,” terangnya.
Soal puting beliung yang melanda Desa Paisumosoni, Kecamatan BANGGAI Utara, Kabupaten Banggai Laut, Farhan mengakui, memang tingginya level kejenuhan awan di wilayah perairan daerah tersebut. “Di Banggai Laut itu memang ada awan CB (cumulonimbus) yang cukup besar jadi ada puting beliung,” jelasnya. (ali)

About uman