Home » Metro Luwuk » Puluhan Warga Awu Datangi Polres
Puluhan Warga Awu Datangi Polres
Sejumlah warga Desa Awu menyampaikan keluhan sesaat setelah tiba di Mapolres Banggai, Selasa (14/2).

Puluhan Warga Awu Datangi Polres

LUWUK– Puluhan warga Desa Awu, Kecamatan Luwuk Utara, mendatangi Mapolres Banggai, Selasa (14/2) sekira pukul 10.00 Wita. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan penahanan seorang teknisi air desa Andi Latif oleh penyidik Satreskrim Polres Banggai pada Senin (13/2) lalu.
Perwakilan warga bertemu langsung Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Agidio F Alfamantar. Dalam pertemuan itu, masyarakat mempertanyakan masalah penahanan Andi Latif. Sebab, dalam perkelahian tersebut pihak pelapor Wanto (korban_red) yang terlebih dahulu memukul Andi Latif. Selain itu, warga meminta agar pihak kepolisian segera menangguhkan Andi Latif, karena sangat berperan dalam urusan air di desa.
Seorang warga Awu, Ramlan Abd Wahab, menyatakan, kedatangan warga Awu hanya untuk mengklarifikasi, bahwa kasus itu bukan penganiayaan tetapi perkelahian antara Andi Latif dan Wanto. Saat itu kata dia, Wanto dalam keadaan mabuk lalu menarik pipa air, dengan alasan di rumahnya tidak jalan air.
Andi Latif yang mengetahui tindakan Wanto langsung menegurnya. Tiba-tiba, Wanto memukul Andi Latif. Tak terima Andi Latif pun membalas dan Wanto langsung melapor ke Polres Banggai. “Jadi, kami datang di Polres Banggai untuk menceritakan kronologis yang sebenarnya,” bebernya.
Ia menyatakan, semenjak Andi Latif ditahan Senin malam, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab selama ini, hanya Andi Latif yang mengetahui permasalahan air di Desa Awu. “Kalau Andi Latif ditahan, bagaimana dengan keadaan warga Awu yang membutuhkan air bersih,” kata Ramlan.
Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Edigio F Alfamantar menjelaskan, pihaknya selalu bersikap netral. Jika ada laporan pengaduan, apalagi tindak pidana murni pasti akan ditangani. “Kami tidak berpihak kepada siapapun. Mengenai siapa yang bersalah itu nanti di pengadilan yang memutuskan,” terangnya.
Dikatakan, apabila pihak terlapor ingin berdamai, silahkan hubungi korban. “Kalau penangguhan, itu kebijakan pak Kapolres,” tandas Egidio.
Setelah mendengar penjelasan Kasat Reskrim, warga ingin bertemu langsung dengan Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi. Sekira pukul 16.00 Wita, perwakilan warga Awu dipersilahkan bertemu dengan Kapolres. Alhasil, Kapolres mengabulkan permintaan penangguhan penahanan Andi Latif, dengan jaminan perangkat Desa Awu.(awi)

About uman