Home » Berita Utama » PLN Janjikan Kompensasi
PLN Janjikan Kompensasi
Longsor di lokasi PLMTH Lambangan Kecamatan Pagimana, 8 Juli lalu menyebabkan efek berantai. Pembangkit lainnya mengalami gangguan akibat dipaksa terus beroperasi. Kondisi ini diperparah dengan tidak optimalnya suplai listrik dari PLTMH Buminata dan Hanga Hanga (foto kiri). Tampak mesin pembangkit yang disewa PLN untuk mengatasi pemadaman.

PLN Janjikan Kompensasi

LUWUK—PT PLN Area Luwuk Banggai meminta masyarakat bersabar menghadapi pemadaman listrik. Sejauh ini, perusahaan pelat merah itu, menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka menengah untuk mengatasi pemadaman listrik yang makin sering beberapa bulan terakhir. Bukan hanya itu, PT PLN Area Luwuk menjanjikan kompensasi kepada pelanggan sebagai dampak dari kebijakan pemadaman. Manager PT PLN Area Luwuk, Samuji menjelaskan, pihaknya akan memberikan kompensasi yang besarnya 20 persen dari biaya beban.“Kompensasi yang besarnya 20 persen itu diberikan saat pembayaran listrik,” tegasnya, kemarin.
Samuji mengatakan, pemadaman listrik tidak bisa dihindari karena daya mampu listrik PLN Luwuk berkurang selama delapan bulan terakhir.
Selain karena pengaruh usia mesin pembangkit, pemadaman terjadi terjadi karena kondisi alam. PLTM Lambangan misalnya, lumpuh total sejak longsor 8 Juli 2016. Padahal PLTMH dengan kapasitas terpasang 3 megawatt itu mampu menyuplai listrik sebesar 3 megawatt.
Hingga akhir Desember, kata Samuji, longsor di PLTM Lambangan belum berdampak terhadap masyarakat kota Luwuk. Pemadaman hanya dilakukan di daerah pinggiran seperti wilayah Kecamatan Pagimana, Kecamatan Masama dan Moilong. Selama perbaikan PLTMH Lambangan pihaknya berupaya tidak melakukan maintenance periodik yang membutuhkan waktu sampai dua minggu. Kondisi ini menyebabkan mesin-mesin pada pembangkit yang tersisa dipaksa bekerja terus menerus. Puncaknya PLTD WIC yang disewa PT PLN mengalami gangguan. Akibatnya pembangkit yang dengan daya terpasang 4 megawatt itu hanya mampu memasok listrik 2 megawatt. “Mesin PLTD WIC mengalami gangguan menjelang perayaan Natal. Itulah mengapa sejak akhir tahun lalu wilayah pemadaman diperluas karena mesin tak mampu menyuplai listrik terutama pada beban puncak, yakni pukul 17.00 hingga pukul 23.00,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini daya mampu PLN hanya sekira 14 MW dari 21 MW daya terpasang. Pada siang hari beban terpakai sekira 12 megawatt. Namun, pada beban puncak mencapai 15 megawatt.
Dengan kondisi PLTA Lambangan lumpuh total dan PLTD WIC mengalami gangguan maka PLN wilayah Luwuk kehilangan 5 megawatt. “Dampaknya pemadaman listrik diperluas hingga masuk kota. Semua kena pemadaman bergilir. Termasuk rumah jabatan Bupati, Wabup, Kodim, rumah jabatan Kapolres dan Kejari,” tuturnya.
Kondisi ini makin parah karena sejak Desember hingga memasuki bulan Februari 2017, debit air di Hanga Hanga menurun drastis. Hal itu menyebabkan PLTMH Buminata yang sedianya menyediakan listrik sebesar 2,4 MW hanya bisa beroperasi 1,8 MW. Demikian pula dengan PLTM Hanga hanga dari kapasitas terpasang 800 KW hanya bisa mensuplai listrik sebesar 450 KW.
Samuji juga menjelaskan mengapa pemadaman menjadi tidak menentu sehingga memicu protes warga Kintom dan Nambo, Kamis pekan lalu.
Menurut Samuji akibat terus dipaksa beroperasi turbin PLTM Buminata mengalami gangguan. “Turbin melambat karena kerak. Diperlukan waktu beberapa hari (tanggal 8 sampai 11 Februari) untuk membersihkan turbin, itu yang menyebabkan pemadaman tidak sesuai jadwal hingga memicu protes warga Kintom dan Nambo,” katanya.
Untuk mengatasi pemadaman listrik, PT PLN Area Luwuk melakukan berbagai upaya.  Antaranya perbaikan PLTMH Lambangan yang dipastikan beroperasi normal pada Juni mendatang. “Ada longsor dari lereng gunung yang merusak saluran air. Sudah selesai diperbaiki November lalu tapi lereng gunung yang longsor masih terus mendesak saluran air yang baru dibangun sehingga kembali rusak. Tapi, dipastikan semua akan normal kembali pada bulan Juni,” terangnya.
Upaya lainnya PT PLN menyewa mesin pembangkit baru berkapasitas 5 megawatt. “Sudah didatangkan mesin sewa 5 megawatt, 3 megawatt ditempatkan di Luwuk dan 2 megawatt ditempatkan di Toili. Insya Allah awal Maret mesin ini bisa difungsikan,” katanya.
Untuk mengatasi gangguan pada PLTD WIC, maka PT WIC akan mendatangkan mesin baru dengan kapasitas 2 megawatt. “Tiga minggu kedepan sudah terpasang dan siap beroperasi sehingga suplai PLTD WIC 4 Megawatt akan kembali normal,” katanya.
Upaya lainnya, pergantian nozel di PLTMH Hanga Hanga.“Pergantian nozel diharapkan bisa menaikkan suplai PLTMH Hanga hanga menjadi 800 Kw,” katanya.
Selain solusi jangka pendek. PLN Area Luwuk menyiapkan solusi jangka menengah dengan memercepat pembangunan PLTG di Desa Nonong, Kecamatan Batui Selatan. PLTG yang nantinya akan mendapatkan suplai gas dari lapangan gas Matindok dan Senoro itu direncanakan memasok listrik 40 megawatt pada tahun 2018. “Jika pembebasan lahan selesai, kami hanya butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan proyek ini,” tandasnya optimis. (ris)

About uman