Home » Berita Utama » Pintu Ekspor Baru di Kasulampua
Pintu Ekspor Baru di Kasulampua
Satu koli ikan hidup sebelum diangkut ke maskapai Garuda Indonesia, Selasa (14/2). Kabupaten Banggai menjadi pintu ekspor baru di kawasan Kasulampua.

Pintu Ekspor Baru di Kasulampua

LUWUK – Kabupaten Banggai menjadi pintu ekspor baru. Selama ini, keran bisnis itu baru terdapat di Timika Provinsi Papua, Manado Sulawesi Utara, dan Makassar Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan langsung General Manager Cargo Garuda Indonesia Area Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kasulampua) Rehta Rorimpandey, di sela-sela pengiriman perdana hasil laut melalui maskapai Garuda Indonesia ke Hong Kong, Selasa (14/2).
“Ini target saya untuk mengeluarkan ekspor dari kota-kota baru. Sangat tidak disangka. Luwuk menjadi daerah ke empat kota pengekspor di kawasan Kasulampua,” ucap Tara-sapaan akrab Rehta Rorimpandey, kemarin.
Pelayanan kargo tersebut, kata Tara, sesuai misi Garuda Indonesia dalam hal pemerataan ekonomi di Indonesia. “Kami siap menjadi pendukung untuk kemajuan ekspor daerah ini,” ujarnya.
Tara menilai, pengiriman perdana kemarin bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain yang ingin  menjadi daerah pengekspor. “Ini satu pencapaian yang luar biasa. Dukungan dan kerja sama dari semuanya tidak ada yang tak mungkin,” katanya.
Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Cabang Luwuk, I Made Supertama, menyatakan,  pengiriman perdana tersebut 45 koli yang diekpor ke Hong Kong. Per koli memiliki berat 22 hingga 23 kilogram. “Tujuan Hong Kong via Makassar dan Jakarta,” papar Supertama.
Menurut dia, sebelumnya para eksportir memang telah mengirim ke Hong Kong. Namun, saat itu pengurusan pemberitahuan izin ekspor (PEB) dikeluarkan Bea dan Cukai Surabaya atau DKI  Jakarta sehingga barang ekspor tidak tercatat berasal dari Kabupaten Banggai. “Dulu ikan di sini dikira dari Bogor.  Sekarang tercatat di Bank Indonesia (BI) dan BPS dari sini,” terangnya.
Upaya eksportir ke Hong Kong disebut-sebut memang tidak mudah. Kualitas barang ekspor menjadi yang utama. Karena itu, tidak semua produk perikanan di Indonesia menembus pasar luar negeri. “Persiapan kami tiga bulan,” ucap Supertama.
Garuda Indonesia tidak sendiri. Di sana ada keterlibatan para eksportir, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Luwuk, dan Stasiun Karantian Ikan Kelas II Luwuk. “Ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” katanya.
Pengiriman perdana kemarin dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah eksportir, serta para maskapai penerbangan di Kabupaten Banggai.  (ali)

About uman