Home » Berita Utama » Pilkada Bangkep Memanas
Pilkada Bangkep Memanas
Timses paslon Zamra Rahmat Ibad dan Mulyani La’adila yang juga anggota DPRD Bangkep seusai divisum, Minggu (12/2). Rahmat tak bisa berjalan dan harus dibantu rekannya.

Pilkada Bangkep Memanas

SALAKAN-Anggota DPRD Banggai Kepulauan Mulyani La’adila menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang yang diduga merupakan tim pemenangan dari pasangan calon tertentu. Atas kejadian itu, Mulyani dan rekannya sesama tim sukses paslon nomor urut 3 Zamra langsung melapor ke SPKT Polres Bangkep.
“Saya ditempeleng, tapi teman saya dipukul dan kena lemparan batu,” terang Mulyani dan diamini rekannya, Minggu (12/2).
Dari keterangan Mulyani, kejadian bermula saat dirinya meninggalkan rumah sekira pukul 16.45 Wita dari Desa Kautu menuju Salakan untuk mengambil uang di ATM BRI Salakan.
Dalam perjalanan di Jalan Poros Kautu, kendaraan jenis Toyota Innova Hitam dengan nomor polisi DN 819 H dihadang sekira 20 orang. Kemudian saat itu juga terjadi pemukulan terhadap Rahmat Ibad. Para pelaku juga menarik jilbab dan menjambak rambut, kemudian salah satunya menampar Mulyani berulang kali.
Merasa terancam, salah seorang dari mereka menghubungi tim sukses Zamra yang lain untuk meminta bantuan. Namun, saat tim sukses Zamra yang lain tiba, para pelaku yang diduga berjumlah tujuh orang dengan enam mobil itu, sudah tidak berada di tempat kejadian.
Para pelaku antara lain berinisial IK, JM, SP dan SH yang diketahui merupakan anggota DPRD Bangkep serta tim sukses dari paslon tertentu.
Akibat kejadian itu, Rahmat mengalami rasa sakit di bagian pinggang dan matanya lebam akibat pukulan. Ia juga susah berjalan dan harus mendapatkan perawatan medis intensif di RS Salakan. Sementara Mulyani hanya memerah di pipi karena ditempeleng.
Terpisah, Kapolres Bangkep AKBP Heru Pramukarno mengungkapkan laporan atas kejadian itu tengah diproses. Ia menegaskan kejadian itu merupakan tindak pidana, bukan pelanggaran pemilu. Sehingga seluruh saksi akan dimintai keterangan untuk mencari kebenaran. Jika terbukti bersalah, siapapun dia akan tetap diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kita tunggu saja hasil BAP ya. Setelah itu baru saya sampaikan bagaimana langkah-langkah hukum selanjutnya,” kata Heru diamini Dandim 1308 LB Letkol Inf Sapto Irianto di Polres Bangkep, kemarin malam.
Akibat kejadian itu, eskalasi politik di Kabupaten Bangkep kian memanas. Bahkan, personil gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk menjaga keamanan di sekitar sekretariat masing masing pasangan calon. (van)

About uman