Home » Berita Utama » Penahanan Dua Tersangka Ditangguhkan
Penahanan Dua Tersangka Ditangguhkan
AKP Egidio

Penahanan Dua Tersangka Ditangguhkan

LUWUK-Penahanan Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Banggai, Arman Muid,  tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) empat proyek jasa konsultasi penyusunan study kelayakan dan master plan pengembangan kawasan pesisir perkotaan, yakni segmen Bubung dan segmen Simpong, ditangguhkan. Sabtu (11/2), penyidik menerima permohonan penangguhan tersangka Arman Muid.
Selain Arman, penyidik juga menangguhkan tersangka Haris Djafaar. Penangguhan ini menyahuti permintaan Bupati Banggai Herwin Yatim karena masih dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Egidio F Alfamantar saat dikonfirmasi membenarkan. Kata dia, penangguhan dilakukan karena ada permintaan dari bupati. “Katanya tersangka masih dibutuhkan dalam pemerintahan. Permintaan penangguhan langsung dari bupati,” katanya via telepon, Minggu (12/2).
Demikian pula dengan penangguhan Haris Djafar. Saat ini, di dalam sel tahanan Polres Banggai hanya tersisa satu tersangka, yakni Dirut PT Dann Bintang Gelar Rancana (DBGR) Inwar Anwar Said. Haris Djafaar ‘nginap’ di sel tahanan Polres Banggai sejak 30 Januari lalu, sementara Arman Muid pada Sabtu 4 Februari 2017.
Sementara itu, penyidik Satreskrim Polres Banggai terus mendalami kasus yang merugikan negara Rp2,4 miliar tersebut. Sejauh ini, sudah tiga tersangka, yakni, Arman Muid, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Moh Haris Djafaar dan Dirut PT DBGR Inwar Anwar Said. “Namun, tidak menutup kemungkinan ada penetapan tersangka baru,” beber penyidik.
Meski demikian, penyidik belum bisa memastikan siapa yang akan mengikuti tiga tersangka lainnya. “Kami pelajari dulu hasil pemeriksaan tersangka maupun saksi-saksi,” tandasnya.
Sekedar diketahui selain tiga tersangka, kasus yang menelan dana APBD senilai Rp 2,6 miliar di Disciktar Banggai (sekarang Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan) itu sudah menyeret tiga saksi. Mereka adalah Bendahara Pengeluaran Siti Arafa Rahman, mantan Kasubag Perencanaan Nani Harawati dan staf Bagian Perencanaan Epson Yanisa.
Saat ditanya terkait ketertlibatan saksi, penyidik menyatakan belum bisa berandai-andai. “Nanti tunggu saja hasil pendalaman penyidik,” tandasnya.(awi)

About uman