Home » Berita Utama » Wiadnyana: Tunggu Hasil Perhitungan BPK
Wiadnyana: Tunggu Hasil Perhitungan BPK
Wiadnyana

Wiadnyana: Tunggu Hasil Perhitungan BPK

LUWUK-Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Banggai, IBK Wiadnyana, mengungkapkan, pihaknya sedang menunggu hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulteng terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyertaan modal PT Banggai Sejahtera (BS) dan pembangunan dermaga Mendono.
Dikatakan sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan setiap kasus Tipikor, harus disertai dengan hasil perhitungan kerugian negara. Meskipun, secara objektif, proyek seperti pembangunan dermaga Mendono sudah nyata-nyata tidak tuntas dikerjakan.
“Kami sudah kirimkan surat permohonan ke BPK Sulteng untuk menghitung kerugian negara, baik kasus PT BS maupun dermaga Mendono. Jadi tinggal tunggu balasan. Kalau sudah, kami akan siapkan berkasnya,” kata Wiadnyana, Senin (6/2) saat dikonfirmasi Luwuk Post di ruang kerjanya.
Sebelumnya, soal pembangunan dermaga Mendono, penyidik juga masih menunggu hasil penelitian dari saksi ahli pembangunan yang sudah mengecek kondisi proyek tersebut pada Desember 2016 lalu. Saksi ahli didatangkan dari Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Setelah hasil penelitian saksi ahli sudah dikantongi, maka penyidik akan segera melakukan gelar perkara internal. Lalu penetapan tersangka. Sejauh ini, pihaknya sudah mengirim 14 surat panggilan kepada saksi yang berhubungan dengan proyek senilai Rp1,4 miliar itu. Namun, hanya 13 saksi yang bisa dimintai keterangan.

Saksi dari Kementerian Perhubungan Diperiksa ///
Sementara itu, Senin (6/2), penyidik memeriksa Kepala Seksi Wilayah 4 Subdirektorat Perhubungan, Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri tahun 2015, Suparmo, sebagai saksi dalam kasus tipikor pembangunan dermaga Mendono. Kata penyidik, Suparmo sudah dipanggil sejak Selasa pekan kemarin (31/1), namun baru bisa menyahuti panggilan penyidik kemarin.
Suparmo diperiksa karena mengetahui pasti tentang proyek pembangunan dermaga Mendono.  Sebelumnya, kepada wartawan koran ini, Wiadnyana mengungkapkan, kasus ini mencuat berdasarkan laporan pengawas lapangan, bahwa proyek pembangunan dermaga Mendono yang dialokasikan melalui APBD tahun 2012 senilai Rp 1,4 miliar lebih itu, tidak selesai dikerjakan 100 persen pada akhir Desember 2012. “Berdasarkan laporan pengawas lapangan, proyek itu hanya diselesaikan sekitar 81,66 persen saja,” bebernya.
Sementara laporan dari Dishubkominfo Banggai, bahwa pencairan anggaran hanya 80 persen saja. Namun akan dialokasikan kembali pada tahun anggaran 2013. Di tahun 2013, tiba tiba sisa anggarannya sudah dicairkan. “Hanya saja, setelah dicek ke lapangan, proyek yang dikerjakan PT Bangun  Cipta Lestari (BCL) itu tidak selesai dibangun, bahkan tidak bisa digunakan,” tandas Wiadnyana.
Sementara itu, data yang dihimpun Luwuk Post sejak awal Januari lalu, dugaan tipikor proyek pembangunan dermaga Mendono menyeret sejumlah pejabat dan mantan pejabat di daerah ini. Seperti mantan Kadis Perhubungan Banggai yang menjabat pada Desember 2012 lalu, Usmar Mangantjo (sekarang Kepala Disnakertrans), mantan Kepala Dishubkominfo tahun 2013 Juanda Balahanti, serta mantan Sekretaris Dishubkominfo Banggai Tasrik Djibran (sekarang Plt Dikbud).(awi)

About uman