Home » Berita Utama » Petugas Lapas akan Diproses Hukum
Petugas Lapas akan Diproses Hukum
Kompol Margiyanta

Petugas Lapas akan Diproses Hukum

LUWUK-Seorang petugas Lapas Kelas IIB Luwuk, Aspar Salawali, akan diperoses hukum oleh pihak kepolisian. Pasalnya, Aspar menuding petugas keamanan yang tergabung dalam unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Damkar adalah maling saat merazia Lapas pada Selasa malam (31/1) lalu.
Kabag Ops Polres Banggai, Kompol Margiyanta, dalam rilis persnya menegaskan, pernyataan Aspar bisa dikategorikan sebagai ujaran kebencian dan bisa diproses hukum sesuai Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Apa yang disampaikan petugas Lapas di media sosial facebook, tidak berdasarkan fakta dan terdapat ujaran kebencian,” tegas Margianta, Jumat (3/2).
Ia menyatakan, kegiatan razia di Lapas adalah hasil koordinasi seluruh instansi. Mulai TNI-AD, Satpol PP, Damkar hingga pihak Lapas Kelas IIB Luwuk sendiri. Dikatakan, dari analisa dan evaluasi setiap tersangka narkoba yang ditangkap Satres Narkoba Polres Banggai, barang haram tersebut bersumber dari balik jeruji besi. “Sehingga penyampaian oknum pegawai Lapas menimbulkan kecurigaan. Kenapa dia harus kebakaran jenggot?” tandas Margiyanta.
Seharusnya, kata dia, petugas lapas dengan jumlah dan sumber daya manusia yang minim, bisa bersyukur dan berterima kasih kepada tim gabungan karena turut membantu melakukan pembinaan terhadap warga binaan. Tindakan ini merupakan shock terapy bagi warga binaan kasus narkoba, meskipun terindikasi bocor.
“Kami akan menyelidiki akun tersebut, apakah benar milik oknum petugas Lapas Kelas IIB Luwuk atau tidak. Jika benar, maka akan dilakukan langkah hukum,” tegasnya.
Margiyanta menambahkan, pihaknya akan terus menjalin hubungan baik dan koordinasi aktif dengan seluruh instansi, termasuk pihak Lapas untuk memberantas narkoba. Operasi terpadu akan terus dilakukan dengan waktu yang tidak ditentukan, termasuk tes urine terhadap aparatur pemerintah, terutama oknum yang berkaitan dengan pelaku narkoba.
“Polres Banggai akan bekerjasama dengan pemda untuk mengadakan alat tes urine dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini untuk mendukung pelaksanaan pemberantasan narkoba di Kabupaten Banggai,” kata Margiyanta seraya menyatakan, operasi razia di Lapas sudah seizin Kalapas Kelas IIB Luwuk, Suprayogi.
Sebelumnya, petugas Lapas Kelas IIB Luwuk, Aspar Salawali, menciut postingan Muh Taufik Basri part II (wartawan Luwuk Post) di facebook dengan akunnya bernma Ash Jo, Kamis (2/2) lalu. Dalam komentarnya, Aspar menuding petugas razia layaknya maling. Sebab, barang-barang elektronik seperti, TV untuk hiburan napi dan uang tunai yang dititip keluarga warga binaan tak luput dari razia petugas.
Pantuan Luwuk Post, kemarin, Aspar Salawali, sudah menghapus postingannya. Meski demikian, postingan itu berhasil di-screen shoot. Berikut postingannya “pemberitaan yg wow yg bikin laku koran.. kalo tdk wow.. kira mo laku koran? kalo cm berita yg bagus dri lapas tdk akan bikin heboh. coba yg kalo yg tdk bagus pasti wow skli.. peminat yg baca bnyak dan laku koran. kalo bisa beritakan aspirasi napi kemarin malam. teman2 media juga dgar. beritakan spaya di tau juga kobobrokan dr opnum.. kita disni kerja pake aturan tpi lebih mementingkan perasaan dan kebijakan. krna kondisi petugas yg sangat minim.setiap penjagaan hanya 4 orang berbanding -+400 napi.. kerja yg sangat beresiko yg harus berhadapan dgn manusia yg berbagai macam karakter.. kalo bukan pendekatan pake hati tdk akan bisa jaga 4 ptgas banding 400 napi. mungkin sdh banyak terjadi pelarian dgn makin hari makin banyaknya napi. kalo mmg harus tegakkan aturan sepenuhnya apa sebanding penjagaan dgn napi yg ada? makannya ada langkah2 khusus yg kita pakai dalam kebijakan agar semua napi bisa di atur dan mau diatur.. katanya razia narkoba dalam lapas.. tpi kenapa inventaris tv dan sebagainya untuk hiburan napi bersama yg di bijaki Kalapas semuanya di angkut. uang napi yg asal usulnya belum di ketahui main sita. ada yg titipan dari keluarganya dr kampung untuk uang rokok & sabun. disita semuanya. ini dtang razia ato maling? coba pelajari dulu latar kami sebelum susupo akan yg jelek di rumah kami. kalo pun ada kejelekan itu hanya beberapa napi yg berani melanggar sistem kami. dan kita selalu perbaiki itu. selama ini kan kita juga selalu berusaha memerangi peredaran narkoba dalam lapas. teman2 media juga tau dan sdh di muat di koran beberapa waktu silam. bukan cm sekali tapi beberapa kali. cm mmg kalo pencitraan buruk mengenai lapas itu akn selalu heboh. dari pada harus membuat berita tentang cara sistem kami dalam lapas dalam memerangi narkoba. dan cara pendekatan kepada narapidana agar tdk adanya pelarian dgn kondisi minimnya petugas lapas”. (awi)

About uman