Home » Berita Utama » Jawa Pos Group Jaga Tradisi
Jawa Pos Group Jaga Tradisi
Dirut PT Jawa Pos Koran, Azrul Ananda seusai menyerahkan piala penghargaan Business performance 2016 kategori AAA kepada Direktur Luwuk Post Herdiyanto Yusuf di ajang penghargaan JPG Award di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (20/1). Luwuk Post berhasil menyabet Business performance 2016 kategori AAA dan The Best Continuous Business Performance 2016.

Jawa Pos Group Jaga Tradisi

SURABAYA – Di tengah fenomena tsunami informasi, Jawa Pos Group (JPG) menjaga tradisi penting, yakni terus menciptakan konten informasi berkualitas. Selain menerapkan standar yang ketat, grup media terbesar yang memayungi ratusan media cetak dan televisi itu secara berkala memberikan apresiasi kepada seluruh anak perusahaan atas penciptaan konten terbaik.
Tadi malam ajang penghargaan itu berlangsung di Hotel JW Marriott Surabaya. Dalam acara yang dihadiri seluruh pemimpin redaksi media JPG, baik cetak maupun televisi, tersebut ditetapkan juara 2016 untuk berbagai kategori. Yakni, karya tulis terbaik, foto terbaik, infografis terbaik, overall newspaper design, print quality, business performance koran, dan business performance televisi.
Untuk karya tulis media cetak, terpilih tiga terbaik. Yakni, liputan investigasi harian Fajar Makassar, Pinisi yang Tergadai di Tanah Beru. Liputan itu mengungkap penguasaan pemodal asing yang semakin dominan di Tanah Beru, sentra produksi kapal kebanggaan masyarakat Bugis, Pinisi.
Karya terbaik kedua diraih tim investigasi Radar Banten. Melalui laporan khusus Bantuan Anak Yatim Diduga Dimakan Pejabat, koran terbesar di Provinsi Banten itu mengungkap dugaan korupsi bantuan untuk anak yatim di Biro Kesra Pemprov Banten.
Investigasi tentang penambangan liar batu bara di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, mengantarkan Kaltim Post meraih juara ketiga pada 2016 JPG Award. Koran terbesar di Kalimantan Timur itu mengungkap kepada publik para pemodal penambang liar yang tidak pernah tersentuh hukum. Padahal, proyek tol yang melewati kawasan tersebut belum kunjung dapat izin.
Sementara itu, untuk lomba kategori foto, karya fotografer Ulin Nuha dari Radar Kudus yang berjudul Brutal dinobatkan sebagai karya terbaik. Juara kedua diraih Guntur Aga Tirtana dari Radar Jogja dengan karya foto berjudul Open House Presiden. Karya fotografer Wahyudi dari Radar Banjarmasin dengan karya Murid Tunggal meraih posisi ketiga.
Sedangkan Luwuk Post berhasil menyabet juara 1 Business performance 2016 kategori AAA dan The Best Continuous Business Performance 2016. Namun, media terbesar di kawasan Sulawesi Timur itu, belum berhasil meraih juara pada produk quality.
Direktur Luwuk Post, Herdiyanto Yusuf, bertekad meraih penghargaan paripurna pada JPG Award mendatang. “Sekali lagi terima kasij buat kerja keras para kru Luwuk Post selama setahun,” kata pria 42 tahun itu. (kim/c6/nw)

About uman