Home » Berita Utama » Gaji Guru Honorer Belum Jelas
Gaji Guru Honorer Belum Jelas
Tasman Malusa

Gaji Guru Honorer Belum Jelas

LUWUK – Pengalihan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi, menyisakan masalah. Hingga kini belum ada kejelasan terkait pembayaran gaji guru honorer. Padahal, sudah memasuki pekan ketiga Januari.
Catatan Luwuk Post,  di Kabupaten Banggai terdapat 355 guru honorer SMK dan 349 guru honorer SMA. Jadi, totalnya mencapai 704. Mereka diupah Rp 300 ribu per bulan. Ironinya, upah super minim itu diterima tiga bulan sekali.
Seorang guru honorer di SMK Negeri 1 Luwuk, Aji, mengaku, belum mengetahui apakah gajinya dibayarkan pemerintah daerah atau pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). “Pasca pengelolaan SMA/SMK diserahkan ke sana, saya belum tahu, apakah gaji honorer dibayar oleh pemda atau pemprov,” tutur Aji, Sabtu (21/01).
Meski begitu, dia tetap fokus mengajar siswa-siswi kendati persoalan gaji belum ada kejelasan. “Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai guru, dan untuk persoalan gaji, biarlah menjadi urusan kepala sekolah,” ujarnya.
Senada dengan Aji, seorang guru honorer  di SMA Negeri 2 Luwuk, mengaku, sampai saat ini, gaji honorer belum ada kejelasan. “Saya belum tahu soal gaji kami, guru honorer apakah dibayar pemda atau pemprov,” kata pria yang enggan dikorankan itu.
Hal itu diakui Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Luwuk, Wahit Maliha. “Untuk gaji honorer belum ada. Bahkan, seluruh sekolah se-Sulawesi tengah, sama sekali belum ada yang gajian,” jelas Wahit.
Wahit menerangkan, untuk pelimpahan guru honorer SMA/SMK dari kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulteng baru sekadar usulan. “Untuk keputusan selanjutnya, biarlah provinsi yang menentukan. Yang jelas guru honorer dan tata usaha honor itu sudah dinaikan ke provinsi,” terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya optimistis gaji guru berstatus ASN maupun honorer akan segera dituntaskan Pemprov Sulteng. “Kan saat ini semua guru PNS maupun honorer diwajibkan membuka rekening di Bank BPD guna mempercepat proses pencairan gaji,” jelasnya.
Di bagian lain, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bagian Kurikulum SMA Negeri 3 Luwuk, Ania mengatakan, saat ini gaji guru honorer belum diketahui, apakah tanggung jawab pemerintah daerah atau Pemprov Sulteng. “Belum ditahu, karena kita saja yang PNS belum ada kepastian kapan gaji akan dibayarkan,” katanya.
Ania menginformasikan, pada Desember 2016, gaji guru honorer masih ditanggulangi pemerintah Kabupaten Banggai. “Mungkin nanti selesai pembayaran gaji ASN yang tertunda, setelah itu baru akan ditahu statusnya non ASN,” urainya.
di SMA 1 Bunta,  pihak sekolah juga belum mengetahui soal pembayaran gaji guru honorer apakah dibayar pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atau pemerintah Kabupaten Banggai. “Tetapi, untuk gaji  sejumlah 18 guru tidak tetap (GTT) terhitung Sejak 1 januari sampai Desember 2016 sudah terbayarkan,” kata Bendarhara SMA Negeri1 Bunta, Tasrik, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, Tasman Malusa, menyatakan, untuk gaji guru ASN maupun honorer sudah diserahkan ke Pemprov Sulteng. “Kita sudah serahkan surat pengalihan personil, peralatan, pembiayaan dan dokumen (P3D)  sejak 2 Oktober 2016 ke Pemprov Sulteng,” jelas Tasman.
Menurut dia, dengan diserahkannya surat P3D, maka secara otomatis seluruh kewenangan sudah menjadi tanggung jawab Pemprov Sulteng. “Semua yang berkaitan dengan SMA/SMK sudah ke provinsi semua. Hanya orang-orangnya saja yang masih di sini, tapi pengurusan administrasinya semuanya sudah ke pemprov,” jelasnya. (tr-55/tr-53)

About uman