Home » Berita Utama » Bupati Minta Polisi Tegas
Bupati Minta Polisi Tegas
Adilo, anggota tim saber pungli gadungan saat mendesak bendahara SMAN 1 Bunta memberikan data penggunaan anggaran, Sabtu (21/1).

Bupati Minta Polisi Tegas

BUNTA-Seorang pria dengan perawakan tak biasa membuat heboh sejumlah guru di SMA Negeri 1 Bunta. Selain mengaku sebagai anggota tim sapu bersih (Saber) Pungli Pemda Banggai, pria dengan ikat kepala tersebut juga meminta klarifikasi terhadap sejumlah penggunaan anggaran yang digunakan sekolah.
Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Bunta, Sukri mengungkapkan pada tanggal 20 Januari 2017, pria yang belum diketahui identitasnya tersebut menyambangi sekolah dan mengaku bagian dari tim monitoring pemerintah.
“Jadi saat dia datang dan mau bertemu kepsek, saya tanya dari mana? Katanya saya dari tim monitoring SKPD Kabupaten Banggai,” ungkap Sukri menceritakan kejadian awal.
Ke esokan harinya, pria ini kembali datang sekira pukul 10.00 Wita. Kali ini Ia tidak ingin bertemu kepala sekolah tapi ingin dipertemukan dengan bendahara. Saat bertemu, Ia langsung meminta data penggunaan anggaran (DPA) dari sejumlah program yang ada. Namun permintaannya itu kurang direspon, hingga kemudian Ia mengulang lagi dengan nada tinggi. “Minggu depan sekolah ini akan dapat surat panggilan dari Kejaksaan,” kata Tasrik selaku Bendahara SMAN 1 Bunta menirukan pernyataan tim monitoring gadungan saat itu.
Karena kurang yakin dengan perawakan pria yang mengaku tim monitoring SKPD itu. Salah seorang guru kemudian menghubungi Luwuk Post, ketika awak media tiba di lokasi dan menanyakan kapasitasnya. Pria yang enggan menyebutkan namanya itu kemudian mengaku bagian dari tim saber pungli pemda Banggai.
“Saya anggota tim saber pungli,” pungkasnya sembari berlalu dan meninggalkan ruangan guru SMAN 1 Bunta.
Ternyata, itu bukan kali pertama pria yang belakangan diketahui bernama Adilo itu beraksi. Sebab, Sarif selaku aparat Desa Bohotokong mengaku pria yang aktif di kegiatan pecinta alam itu juga melakukan hal yang sama di desanya.
Kapolsek Bunta, Iptu Muh Asdar yang menerima informasi itu langsung turun ke lokasi namun sudah tidak menemukan Adilo. Melalui rekaman video, polisi akhirnya mampu mengidentifikasi data diri yang kemudian melakukan pengejaran. Kisah anggota tim saber pungli abal-abal itu pun berakhir pada Sabtu (21/1) sekira pukul 22.00 Wita. Ketika didatangi aparat kepolisian, Adilo tengah beradai di rumah Sekretaris Desa Bohotokong. Saat diinterogasi, Adilo akhirnya mengaku salah atas tindakannya mencatut nama lembaga pemerintah. “Saat ini anggota tim saber pungli gadungan itu sudah berada di Polres Banggai,” kata Muh Asdar, Minggu (22/1).
Ia mengatakan Adilo digiring ke Mapolres Banggai atas perintah Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustadi SIk, untuk pengusutan lebih lanjut. Terpisah, Bupati Banggai Ir Herwin Yatim saat mengetahui informasi itu langsung bersikap tegas. Ia meminta aparat kepolisian segera menindak tegas oknum-oknum yang mencatut nama lembaga Negara. Terlebih, jika dalam kegiatannya itu bertujuan untuk pemerasan. “Yang begitu diproses saja, siapa tau memang pemerasan yang suka bawa nama saya,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Bupati Herwin juga mengapresiasi tindakan sigap Kapolsek Bunta dan anggotanya yang berhasil membongkar oknum-oknum yang terindikasi melakukan pemerasan. “Terima kasih banyak dan penghargaan atas upaya pak Kapolsek dan anggota membongkar kegiatan oknum-oknum seperti itu,” tuturnya.
Ia bahkan mengharapkan aparat kepolisian bisa memberikan efek jera terhadap oknum-oknum yang kerap membawa nama lembaga Negara dengan tujuan tak baik.
“Kalau bisa ditindaki dan dihukum pidana saja,” tegas Herwin. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui tujuan dari Adilo meminta data penggunaan anggaran.(van)

About uman