Home » Politik » Tunggakan Retribusi Mencapai Rp5 Miliar
Tunggakan Retribusi Mencapai Rp5 Miliar
Saripuddin Tjatjo

Tunggakan Retribusi Mencapai Rp5 Miliar

LUWUK— Komisi 3 DPRD Banggai kembali menggagendakan pertemuan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu beserta Badan Pendapatan Daerah bersama para rekanan penunggak rertibusi. Karena hasil raker sebelumnya terungkap total penunggak retribusi mencapai Rp5 miliar. Ironisnya, tunggakan itu terjadi sejak tahun 2014-2016.
“Ini yang kami sayangkan,” ujar Ketua Komisi 3 DPRD Banggai, Saripuddin Tjatjo, belum lama ini. Dari total tunggakan itu lanjut politisi yang biasa disapa Arif ini, lebih didominasi tunggakan dari Badan Pendapatan Daerah. Arif belum menyebut perusahaan apa saja yang menjadi penunggak retribusi. Alasannya masih menunggu daftar dari instansi terkait.
Badan Pendapatan Daerah sambung dia memberi garansi, kedepan tidak akan lagi kecolongan dalam meraup retribusi restoran dan hotel. Alasan organisasi perangkat daerah (OPD) itu karena sudah ada alat cash register. “Alat itu yang akan membantu OPD dalam menghitung besaran retribusi hotel dan restoran,” ujarnya.
Dalam rangka memaksimalkan pendapatan buat daerah, satu pesan Arif agar eksekutif melalui Bagian Hukum untuk dapat merevisi Perda yang tidak sesuai lagi untuk diterapkan.
Masih menurut penjelasannya, potensi pendapatan daerah melalui tera ulang tidaklah kecil. Berdasarkan rapat kerja (Raker) antara Komisi 3 DPRD Banggai bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Banggai di kantor dewan belum lama ini, potensi pendapatan bisa tembus Rp500 juta per tahun.
Untuk memaksimalkan penggenjotan pendapatan dari item itu kata dia, disepakati akan didorong Raperda tentang tera ulang. “Instansi teknis siap mendorong Raperdanya di DPRD Banggai. Kami siap mengakomodir. Dan paling lambat bulan Maret DPRD sahkan perda tersebut,” kata politisi tiga periode ini. (yan)

About uman