Home » Berita Utama » Ajudan Sofhian Dicecar 30 Pertanyaan
Ajudan Sofhian Dicecar 30 Pertanyaan
Wiadnyana

Ajudan Sofhian Dicecar 30 Pertanyaan

LUWUK-Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Banggai terus melakukan pemanggilan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyertaan modal PT Banggai Sejahtera. Bahkan, hingga mantan ajudan Sofhian Mile,  Afriyanto Pamolango turut diperiksa pada Jumat (20/1).
Afriyanto diperiksa selama empat jam dan dicecar 30 pertanyaan seputar dirinya mengawal Sofhian Mile saat menjabat sebagai Bupati Banggai.
Pantauan Koran ini, dia mulai diperiksa penyidik sekira pukul 09.00 Wita dan keluar istirahat sekira pukul 12.00 Wita. Kemudian diperiksa kembali pukul 13.00 Wita dan keluar sekira pukul 15.00 Wita.
Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejaksaan Negeri Banggai, IBK Wiadnyana menyatakan, Pido-sapaannya-ditanya seputar pengetahuannya tentang aktivitas Sofhian Mile saat masih menjadi kepala daerah. “Kami periksa selama 4 jam dan dicecar 30 pertanyaan,” kata Wiadnyana, kemarin.
Dia mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan, Pido mengetahui aktivitas Sofhian Mile selama berkecimpung di PT BS. Namun, Pido tidak mengetahui secara pasti pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan tipikor PT BS. “Katanya dia (Pido) tidak tahu pasti, karena dia hanya mengawal pak Sofhian Mile saja,” beber  Wiadnyana.
Meski tidak membeberkan secara detail hasil pemeriksaan kepada publik, namun penyidik akan menampung dan tetap menganalisis kembali keterangan Pido dan saksi lainnya. “Kalau masih kurang, kami akan panggil lagi. Untuk sementara, kasus PT BS masih fokus ke pemeriksaan saksi dulu,” tuturnya.
Sebelumnya, Wiadnyana menegaskan, saksi-saksi yang diperiksa berpotensi menjadi tersangka. Siapapun dia. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan merampung seluruh keterangan saksi saksi, baik yang merencanakan, menggunakan, dan menghabiskan dana PT BS. “Seluruh saksi yang sudah diperiksa, berpeluang ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.
Tetapi, sebelum  penetapan tersangka, tim penyidik akan melakukan ekspose perkara. Setelah itu, akan dilihat siapa yang melakukan perbuatan melanggar hukum, kemudian pasal tipikor mana yang dilanggar. “Nah, kalau sudah cukup alat buktinya berdasarkan pasal 184, maka kita akan tetapkan siapa saipa saja sebagai tersangka,” jelasnya. (awi)

About uman