Home » Berita Utama » Anggaran Masih Mengikuti Program
Anggaran Masih Mengikuti Program
Paslon bupati dan wakil bupati Bangkep saat seusai debat kandidat putaran kedua, Kamis (19/1).

Anggaran Masih Mengikuti Program

SALAKAN-Janji demi janji diumbar pasangan calon bupati dan wakil bupati Banggai Kepulauan pada debat kandidat putaran kedua, Kamis (19/1). Hanya saja, visi misi yang dipaparkan belum melihat kondisi geografis dan kemampuan fiskal daerah tersebut. Sehingga terkesan anggaran yang mengikuti program. Bukan sebaliknya.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Banggai Kepulauan dengan nomor urut 1, Delmard Siako dan Najib Bangunan misalnya, menekankan bakal memperhatikan asrama mahasiswa yang ada di daerah lain. Alasannya, asrama mahasiswa yang selama ini menjadi tempat bernaung sejumlah mahasiswa asal Bangkep sudah tak terurus dan butuh perhatian khusus.
“Jika nanti terpilih perbaikan asrama mahasiswa di sejumlah kota besar akan menjadi fokus perhatian kami,” kata Delmard.
Selain itu, Delmard juga menyatakan bakal menyediakan fasilitas pembantu kesehatan seperti layanan ambulance bagi masyarakat Bangkep ketika ingin berobat di Kota Luwuk. “Selama ini masyarakat kita selalu kesulitan ketika berobat ke Luwuk, mulai dari kapal pengangkut orang sakit hingga ambulance. Kami akan menyediakan ambulance untuk pelayanan di Luwuk,” paparnya.
Dua visi misi itu menjadi penekanan paslon independen ini mendampingi beberapa visi lainnya seperti penerangan listrik dan air bersih serta keterbukaan informasi terhadap pengelolaan anggaran pemerintah daerah kepada publik.
Sebagai kandidat tanpa partai pengusung, Delmard dan Najib mendapatkan tantangan dalam pertanyaan kandidat nomor urut 4 yakni Irianto Malinggong – Hesmon. Irianto menanyakan sebagai kandidat independen nantinya bakal mengalami kesulitan dalam pembahasan program di DPRD.
“Saya kira itu jelas, saya harus menyiapkan penyusunan rencana kerja dengan matang 4 bulan sebelumnya. Saat kita ajukan dan kurang mendapat respons dari parlemen maka saya bisa mengeluarkan perbup untuk menjalankan program-program yang sudah terencana untuk pembangunan daerah,” katanya yang kemudian disambut aplaus tamu undangan.
Dari berbagai penyampaian dan kesan dalam menjawab pertanyaan, Delmard terlihat percaya diri akan visi misinya. Ia juga tidak ragu-ragu memuji keberhasilan pemerintahan sebelumnya yang meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan laporan keuangan daerah.
Sementara itu, paslon Zamra menyatakan siap menghadirkan listrik 24 jam di Bangkep dan gratis selama 5 tahun jika terpilih nanti. Tak kalah dengan itu, paslon Herry Ludong – Adjumain Lumbon (Hery – Adjah) menyatakan siap membangun tol laut Bangkep – Bitung, Sulawesi Utara untuk memaksimalkan pengiriman hasil laut ke Bitung.
Mengenai janji Zamra terkait listrik gratis dengan kondisi APBD Bangkep yang hanya sekira Rp 600 miliar lebih dirasakan kurang pas. Namun, melihat kemampuan finansial pribadi calon bupati beberapa tamu undangan mengatakan hal itu bisa saja ditunaikan.
Hanya saja, mengenai tol laut Herry Ludong dinyatakan kurang pas. Sebab, jarak Bangkep ke Bitung cukup  jauh tentunya akan menelan anggaran yang lebih besar. Akan lebih baik jika membangun dermaga Tataba untuk akses ke Mendono, Kabupaten Banggai yang terbilang dekat. “Kalau Tataba-Mendono lebih rasional karena dekat. Di Luwuk juga bandara selalu siap jadi hasil laut bisa langsung terbang ke Jawa atau daerah lain,” kata salah satu tamu undangan yang enggan disebutkan namanya.
Meski begitu, maksud baik Herry untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan harus diapresiasi. Sebab, peningkatan pendapatan nelayan di daerah kepulauan seperti Bangkep memang menjadi hal penting untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat mayoritas nelayan. “Harus diapresiasi, itu tujuan mulia. Ada beberapa visi misinya juga sangat pas untuk masyarakat Bangkep. Dan debat ini bukan hasil akhir, sebab masyarakatlah yang menentukan pilihannya 15 Februari nanti,” tuturnya tersenyum sebelum pamit dan berlalu.
Hanya saja, perencanaan itu, belum dapat dijelaskan secara sistematis untuk bisa dicapai ketika duduk di kursi empuk kepala daerah. (van)

About uman