Home » Berita Utama » Satu Tersangka Ditangkap di Makassar
Satu Tersangka Ditangkap di Makassar
Satu tersangka Inwar Anwar Said (tiga dari kiri) kasus dugaan tipikor segmen Bubung-Simpong saat ditangkap di Makassar, Sulsel, Kamis malam (12/1).

Satu Tersangka Ditangkap di Makassar

LUWUK-Keraguan publik tentang penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi empat paket proyek pekerjaan jasa konsultasi penyusunan study kelayakan dan master plan pengembangan kawasan pesisir perkotaan, yakni segmen Bubung dan segmen Simpong, terbantahkan. Pasalnya, Kamis malam (12/1) sekira pukul 20.30 Wita, penyidik Satreskrim Polres Banggai menjemput seorang tersangka, Inwar Anwar Said (44), di kediamannya di Jalan Nuri Baru nomor 65, Kelurahan Tamarunang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tersangka merupakan Direktur PT Dann Bintang Gelar Rancana (DBGR) yang membawahi empat perusahaan pemenang tender proyek yang menelan anggaran sekira Rp2,4 miliar pada tahun anggaran 2014 melalui Disciktar Banggai (sekarang Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan).
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penangkapan ini berkat kerjasama antara penyidik Satreskrim Polres Banggai dan personil Polsek Mariso, Sulsel. Awalnya, penyidik menerima informasi tentang keberadaan tersangka dari personil Polsek Mariso. Kamis (12/1), tiga penyidik Polres Banggai menuju Makassar dan langsung melakukan penangkapan pada malam harinya, sekira pukul 20.30 Wita. Jumat (13/1) penyidik balik ke Luwuk dan langsung menahan tersangka.
Kasubag Humas Polres Banggai AKP Wiratno Apit saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. Kata dia, tersangka sekarang sudah mendekam di sel tahanan Polres Banggai sesaat setelah tiba di Luwuk. “Iya, penyidik menahan tersangka di rumahnya di Makassar pada Kamis malam,” ungkapnya, Jumat (13/1).
Sebelum penangkapan tersangka, penyidik sudah mengantongi hasil perhitungan kerugian negara oleh auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulteng. Bahkan, penyidik juga sudah melakukan gelar perkara dalam rangka penetapan tersangka. Namun, institusi yang dinahkodai AKBP Benni Baehaki Rustandi itu enggan membeberkan berapa dan siapa saja tersangkanya.
“Kami sudah lakukan gelar perkara penetapan tersangka. Mengenai jumlah dan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka, belum bisa kami beberkan ke publik, karena untuk kepentingan penyidikan. Yang pasti satu tersangka sudah ditangkap,” tandas Wiratno.
Seperti diketahui, proyek penyusunan dokumen perencanaan yang menelan anggaran sekira Rp2,4 miliar lebih pada APBD tahun 2014 oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang itu, diduga penuh dengan rekayasa. Sejak proses lelang hingga proses penyusunan dokumen diduga bermasalah karena ditenggarai hanya copy paste. Sementara perencanaan pesisir kota tersebut terbagi dalam dua kegiatan. Yakni penyusunan master plan dan penyusunan study kelayakan. Masing-masing dibagi dalam dua segmen lagi, yakni segmen Bubung dan segmen Simpong.(awi)

About uman