Home » Berita Utama » Ibu Muda Tinggalkan Balita di PN
Ibu Muda Tinggalkan Balita di PN
JF (19) terdakwa kasus pencabulan menangis sambil memeluk buah hatinya yang ditinggalkan IR (16) istrinya, Selasa (3/12). IR meninggalkan bayinya karena tidak terima suaminya dipenjara akibat hubungan asmara mereka yang tak direstui orang tua.

Ibu Muda Tinggalkan Balita di PN

LUWUK-Tak kuat mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banggai terhadap suaminya, IR (16) tiba-tiba saja meninggalkan ruang sidang usai menyerahkan buah hatinya yang masih berusia 7 bulan ke sang suami. Tak ayal, kejadian itu membuat sejumlah pihak kebingungan, termasuk jaksa dan penasehat hukum yang ada di Pengadilan Negeri Luwuk.
JF (19), suami dari IR sebelum sidang mengaku sudah mengingatkan istrinya agar tabah menjalani cobaan hidup mereka. JF juga menguatkan istrinya agar tetap menjalani hidup dengan normal karena mereka telah memiliki buah hati. Hanya saja, IR bersikeras jika suaminya tetap dipenjara maka Ia pun ingin dipenjara juga. Tapi jika tidak bisa maka Ia memilih mati. “Katanya lebih baik saya mati saja kalau harus pisah sama kamu lagi,” tutur JF mengulang perkataan istrinya sambil memeluk putrinya sesaat setelah sang istri kabur, Selasa (3/1).
JF mengaku bingung dengan sikap istrinya. Sebab Ia pun tak mungkin membawa anaknya yang masih balita ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Meski begitu, Ia juga mengaku sangat memahami apa yang dirasakan istrinya. Sebab, JF mengaku sangat mencintai istrinya begitupun sebaliknya. Namun sayang, hubungan
keduanya tak direstui orang tua IR yang kemudian melaporkan JF atas tindakan pencabulan.  “Setelah dibacakan tuntutan, JF mengaku menerima tapi meminta keringanan karena mereka saling suka dan sudah menikah serta memiliki seorang anak,” kata Taufan Wahyudi SH, selaku JPU perkara itu.
Apapun alasannya, JPU berlandaskan atas perbuatan JF yang diajukan penyidik kepolisian bahwa terdakwa telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Karena itu, JPU kemudian menuntut terdakwa dengan 7 tahun penjara. Hal itulah yang kemudian membuat IR tak terima dan meninggalkan anaknya. “Tadi kita juga sudah sempat panggil dan diberi pemahaman, hanya saja IR memang keras kepala dan tidak mau membawa anaknya,” jelas Taufan lagi.
Meski bujukan dari sejumlah jaksa diberikan, tapi IR terlihat tak goyah atas keputusannya meninggalkan buah hati ke suami yang masih mengenakan pakaian tahanan. Ia sempat menahan seorang ojek tapi gagal karena dicegat petugas dan suaminya. Namun, kemudian IR berjalan ke arah pertigaan Kantor Pos dan pergi entah kemana dengan ojek. “Kita upayakan nanti ada keluarganya yang bisa jemput. Karena terdakwa dan istrinya ini keluarganya kebanyakan di Bangkep,” kata Taufan lagi.

SEMPAT DIMEDIASI
Dalam penanganan perkara di penyidik kepolisian, perkara itu sempat dimediasi agar diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, IR telah berbadan dua dan hubungan keduanya dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun, dalam mediasi itu orang tua IR meminta uang denda sebesar Rp35 juta kepada orang tua JF. Hanya saja kedua orang tua JF tidak mampu memenuhi permintaan itu, sehingga mediasi gagal dan proses hukum berlanjut hingga ke persidangan.(van)

About uman