Home » Berita Utama » Sadis! Pembantaian di Atas Kapal
Sadis! Pembantaian di Atas Kapal
Sejumlah petugas medis Rumah Sakit Umum Luwuk saat menjemput korban untuk diberi pertolongan medis, Rabu (21/12) sekira pukul 00.25 Wita.

Sadis! Pembantaian di Atas Kapal

LUWUK-Tragedi menggerikan terjadi di atas kapal penumpang KM Usaha Baru, Selasa (20/12) sekira pukul 21.00 Wita.
Seorang penumpang bernama Yesron, tiba-tiba saja membabi buta menyerang penumpang lainnya dengan sebilah golok. Korban pun berjatuhan. Sebagian besar penumpang kapal rute Luwuk Kabupaten Banggai – Bangkurung Kabupaten Banggai Laut itu memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Informasi dihimpun menyebutkan, pelaku tiba-tiba saja membacok salah satu penumpang di dek tiga saat posisi kapal belum lama lepas labuh dari Pelabuhan Rakyat Luwuk. Setelah itu, Ia kembali menyerang penumpang lainnya. Sontak, penumpang yang melihat kejadian itu berhamburan lari menyelamatkan diri. Sementara pelaku terus menyisir setiap sudut kapal dan menyerang siapa saja yang ditemuinya tanpa melihat korbannya laki-laki atau perempuan. Tak hanya itu, Ia juga merusak fasilitas kapal seperti lampu dan lainnya. Bahkan, membuang angkutan barang berupa sepeda motor dan lainnya dari atas kapal. “Kita baru sampai di depan kilo delapan (Kelurahan Tanjung Tuwis,red) sudah kejadian ini. Jadi penumpang semua melompat ke laut,” kata Fatma dan Sahmin bersamaan. Keduanya adalah penumpang yang selamat dari pembacokan saat mendampingi Lasri, keponakannya yang menjadi korban dan mengalami luka di kaki dan tangan.
Dari keterangan sejumlah saksi mata, korban yang mengalami luka serius berjumlah 9 orang. Polisi yang mendapatkan informasi itu langsung turun bersama tim gabungan Basarnas, Angkatan Laut dan KPLP serta masyarakat Kelurahan Tanjung Tuwis untuk menyisir perairan di sekitar kapal terhenti. Beberapa penumpang sempat diselamatkan, namun belum diketahui berapa total penumpang yang terjun ke laut. “Pokoknya siapa yang dia temui dipotong, siapa saja,” tutur pria tanpa baju dengan raut wajah shock terbata. Ia adalah penumpang KM Usaha Baru yang pertama kali melihat Yesron mengamuk, namun selamat dari kejadian itu karena merangkak di bawah tempat tidur dan melompat ke laut.
Suasana mencekam itu akhirnya terhenti setelah salah satu penumpang yang masih misterius melakukan perlawanan dan merobek ketiak kiri bawah pelaku. Pelaku jatuh bersimbah darah dan akhirnya tewas.
Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Edigio FA saat dihubungi hanya mengonfirmasi kebenaran kejadian itu. Namun, Ia belum bisa memberikan keterangan lebih. “Sabar ya, saya masih di atas kapal nih. Nanti ya,” kata Edigio.
Terpisah, tim penyelamat dari Basarnas, Angkatan Laut dan KPLP yang menggunakan perahu karet mengaku menemukan sejumlah kardus dan kursi bersimbah darah di laut. Namun, mereka sudah tidak menemukan korban lainnya yang masih mengapung hingga pukul 01.00 Wita. “Sementara kita sudah merapat ke pelabuhan lagi ini. Karena dari penyisiran sudah tidak ditemukan korban di sekitar kapal dan arah arus laut. Kapal sudah ditarik ke pelabuhan,” terang Ilyas, anggota KPLP yang ikut dalam pencarian korban via telepon.
Hingga berita ini diturunkan pukul 01.00 Wita, tim gabungan masih berupaya melakukan penyelamatan terhadap korban dari atas kapal untuk dilarikan ke rumah sakit dan diberi perawatan medis. Total korban sementara dirawat di rumah sakit sekira delapan orang dengan luka serius. Salah satu korban yang sekarat tiba di rumah sakit dengan kondisi mengenaskan. Korban tersebut mengalami luka menganga dengan diameter sekira 15 centimeter dari jidat hingga belakang telinga kanan. Informasi menyebutkan korban yang mendapatkan perawatan medis antara lain; Zet (55), Willy (15), Wiratin Azimin (43), Armin Kaiyu (55), Abidin (44), Lasri (35), Mince (50), Dedi (13) dan seorang di ICU dengan luka robek di kepala yang belum diketahui identitasnya. Jumlah penumpang kapal diketahui sebanyak 37 orang, belum termasuk ABK.

Mantan Istri Pelaku Sebut Yesron Stres ///
Di sisi lain, Mince mantan istri pelaku saat dimintai keterangan di ruang jenazah rumah sakit umum Luwuk mengungkapkan mantan suaminya itu memang sejak lama stress. Namun, stres yang dialami tidak permanen. “Dia (pelaku,red) memang dari dulu kalau muncul stresnya ambil parang terus kejar orang. Tapi stresnya itu keluar kalau dia tersinggung,” kata Mince dengan raut wajah sedih.
Ia mengaku awal mula kejadian itu, orang pertama yang diserang adalah dirinya. Namun, saat didorong pelaku Mince langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Sementara sejumlah penumpang lainnya yang tidak tahu-menahu akhrinya menjadi korban keganasan pelaku yang kerap membawa senjata tajam.(van)

About uman