Home » Berita Utama » Polisi Tunggu “Kode” Jaksa
Polisi Tunggu “Kode” Jaksa
AKP Egidio

Polisi Tunggu “Kode” Jaksa

LUWUK-Setelah upaya praperadilan Sekretaris Kabupaten Banggai Syahrial Labelo atas penetapan dirinya sebagai tersangka ditolak Hakim Pengadilan Negeri Luwuk, polisi kian matang melanjutkan proses hukum atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan lahan pembangunan alat navigasi (DVOR/DME) Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.
Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Edigio FA menegaskan pihaknya kini tinggal menunggu instruksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banggai. Jika nantinya sudah ada “kode” bahwa berkas perkara sudah lengkap, maka penyidik akan langsung menindaklanjuti perkara itu ke Kejaksaan Negeri Banggai untuk kemudian ditindaklanjuti ke Pengadilan Negeri Tipikor Palu. “Intinya kami tinggal menunggu jawaban dari kejaksaan karena berkasnya sudah kita limpahkan. Kalau sudah oke maka langsung tahap dua,” paparnya, Selasa (20/12).
Sebagai Kasat Reskrim, Edigio berharap kasus yang sempat mengendap di meja penyidik sekira tiga tahun lebih itu segera tuntas tahun ini. “Harapan saya sudah bisa tahap dua tahun ini. Entah itu minggu ini atau minggu depan yang penting masih tahun 2016. Karena kalau sudah tahun 2017 kesannya lain,” kata Edigio.
Meski begitu, Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena saat ini segala proses hukum di kepolisian telah selesai. Namun, jika nantinya jaksa menilai masih ada yang perlu dilengkapi maka pihaknya akan segera menyelesaikan untuk mengejar target penyelesaian kasus yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp973 juta tersebut.
Sementara itu, Kasi Pidsus IBK Wiadnyana saat ditemui di ruang kerjanya masih menyatakan hal yang sama. “Kami masih teliti berkas,” imbuhnya sembari tersenyum. Namun, dari beberapa perbincangan kuat dugaan berkas perkara itu bakal diterima JPU. Sebab, berkas perkara yang masuk sudah hampir selesai dibaca pria yang akrab disapa Bagus itu. Dari sebagian besar halaman berkas itu, Bagus mengaku belum menemukan kekurangan. Sehingganya, ketika selesai dan ternyata sudah terpenuhi keseluruhan kebutuhan untuk persidangan, kemungkinan pelimpahan barang bukti dan tersangka bakal dilakukan dalam waktu dekat. “Sabar saja, pasti kita infokan kalau sudah mau P21 (berkas dinyatakan lengkap,red),” kata Bagus sembari tersenyum lebar.
Diketahui, kasus ini bermula dari pembebasan lahan milik Imran Usman di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan. Dalam pembebasan itu meski belum ada kesepakatan harga, namun tim pembebasan lahan yang dipimpin Sekkab Banggai Syahrial Labelo berani membayarkan ganti rugi sebesar Rp973 juta ke Hasanuddin Datu Adam, selaku pihak yang diberi kuasa mengurus kelengkapan administrasi lahan yang kini telah digunakan sebagai tempat pembangunan alat navigasi itu. Alhasil, pembayaran itu tidak disepakati Imran Usman yang kemudian melapor ke Polres Banggai. Dalam penyelidikan hingga penyidikan ditetapkanlah tiga orang tersangka yakni; Hasanuddin Datu Adam, Syahrial Labelo dan Isnaeni Larekeng yang pada masa itu menjabat Kabag Pertahanan Setda Banggai.(van)

About uman