Home » Berita Utama » Jangan Kaku Terapkan Aturan
Jangan Kaku Terapkan Aturan
Herwin Yatim

Jangan Kaku Terapkan Aturan

“Saya bicara data, saya bicara fakta, perbankan mengeluh terhadap proses kredit petani macet. Karena apa? TNI terlalu keras terapkan aturan yang seharusnya masih bisa ditoleransi, petani mau menjual ditahan,” ===petikan Herwin Yatim

“Dan tahun 2017 targetnya Indonesia ekspor beras. Itu sudah dibuktikan oleh bapak Presiden RI pada pidatonya bahwa Indonesia sudah memiliki ketahanan pangan dengan tidak mengimpor beras mulai tahun 2016 dan ucapkan terima kasih kepada TNI,” === Petikan Sapto Irianto

LUWUK – Bupati Herwin Yatim, menyatakan, penurunan tingkat pendapatan petani saat ini karena beras tidak bisa dijual bebas, tetapi  harus dijual ke Bulog. Dalam beberapa kali pertemuan yang sudah dilakukan, kesepakatan dengan pihak TNI-AD, beras bisa ke luar daerah setelah 30 persen produksi dijual ke Bulog.
Tetapi, kata Herwin, fakta di lapangan berbeda. Karena itu, dia meminta kepada aparat TNI jangan terlalu “kencang” terhadap masyarakat. “Saya bicara data, saya bicara fakta, perbankan mengeluh terhadap proses kredit petani macet. Karena apa? TNI terlalu keras terapkan aturan yang seharusnya masih bisa ditoleransi, petani mau menjual ditahan,” tegas Bupati Herwin saat rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan di  Dinas Perkebunan, Rabu (14/12).
Bupati Herwin telah menyampaikan kepada Danramil Batui agar jangan terlalu kaku yang akhirnya bupati dan wakil bupati yang terdzolimi. “Padahal kita sudah bilang 30 persen ke bulog, 70 persen pasar yang menentukan, ini saya sudah wanti-wanti dari awal. Jangan begini caranya. Yang jadi sorotan kita, pemerintah daerah. Jadi fitnah,” terangnya.
Menurut Herwin, dalam satu kesempatan dia berbicara dengan seorang jenderal TNI. “Saya sampaikan apakah seperti ini perintah dari TNI,  tidak. Silahkan, ketika harga pasar menentukan silahkan jual. Memang kita membutuhkan ketahanan pangan, kita harus jual ke Bulog, ini tetap dipertahankan. Tapi jangan kaku,” katanya.
Sementara itu, Dandim 1308/LB, Letkol Inf. Sapto Irianto menyatakan, pihaknya sudah beberapa kali rapat dengan menteri pertanian. Di mana tahun ini hasil kerja sama antara kementerian pertanian dan TNI-AD, Indonesia tidak lagi mengimpor beras yang membuat negara lain kaget.
“Dan tahun 2017 targetnya Indonesia ekspor beras. Itu sudah dibuktikan oleh bapak Presiden RI pada pidatonya bahwa Indonesia sudah memiliki ketahanan pangan dengan tidak mengimpor beras mulai tahun 2016 dan ucapkan terima kasih kepada TNI,” tegas Sapto, Rabu (14/12).
Menurut Sapto, hal itu bukan upaya TNI-AD saja, tetapi hasil kerja sama semua pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui swasembada beras sebagai salah satu bahan makanan pokok bangsa Indonesia. “Apa yang saya sampaikan ini adalah penyampaian dari mentan (menteri pertanian) RI. Dimana kepercayaan petani terhadap hal tersebut dan kinerja TNI mencapai 89,56 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Sapto, terkait larangan penjualan beras keluar Sulteng, dasar Kodim 1308/LB yakni surat edaran gubernur untuk pelarangan beras keluar Sulteng sampai target serapan gabah atau beras tercapai. (ali/van)

About uman