Home » Berita Utama » Kontraktor Pasrah Kena Sanksi
Kontraktor Pasrah Kena Sanksi
Sejumlah pekerja konstruksi pada proyek jembatan di Desa Tou, Kecamatan Moilong Oktober lalu. Progress pengerjaan proyek bernilai Rp 3,711miliar itu hingga pekan kedua Desember sudah mencapai 75 persen.

Kontraktor Pasrah Kena Sanksi

LUWUK – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banggai, Bambang Eka Sutedi memastikan, jembatan di Desa Tou, Kecamatan Moilong bisa tuntas sebelum Januari 2017. Meski saat ini progres pengerjaan baru mencapai sekira 75 persen.
Meski alat berat tersedia, tetapi jika material minim dan kondisi cuaca, proyek jembatan dengan anggaran Rp 3,711 miliar itu, bisa juga menjadi penyebab molor pengerjaan.  “Misalnya aspal tidak ada di pasaran, alat berat ada, mau bikin bagaimana,” ucap Bambang saat ditemui di Hotel Estrella, Selasa (13/12).
Batas waktu pengerjaan proyek itu sebenarnya pada 20 Desember 2016 nanti, tetapi Dinas Pekerjaan Umum masih bisa memberikan kelonggaran hingga 31 Desember 2016. Jika belum tuntas juga, kontraktor proyek terancam masuk daftar blacklist. “Kalau sampai akhir belum selesai juga ya kita ambil tindakan,” katanya.
Sebelumnya, pada Oktober 2016 lalu Wakil Bupati Mustar Labolo juga meninjau proyek yang dikerjakan PT Tiaka Saka Pratama tersebut. Saat itu, progres pengerjaan baru 33,48 persen. Batas waktu pengerjaan sebenarnya pada Agustus 2016 lalu, tetapi kontraktor masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan pengerjaan.
Sementara itu, Bupati Banggai Herwin Yatim saat meninjau proyek itu, Sabtu (10/12),  menyatakan, pembangunan jembatan harus selesai pada akhir Desember 2016.  Jika tidak, pelaksana pembagunan akan dikenakan sanksi.
Secara terpisah dari PT Tiaka Saka Pratama, Bowo, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya menerima segala konsekuensi yang akan diberikan pemerintah daerah. Dia mengaku pekerjaan yang dijalankannya tersebut memang lamban.”Yah, yang dikatakan Bupati itu benar, dan saya siap dikenakan sanksi karena itu sudah konsekuensi sebagai kontraktor. Kalau bukan untung ya rugi,” jelas Bowo kemarin.
Bowo mengaku tidak ada alasan untuk membenarkan keterlambatan tersebut. Sebab, sesuai kontrak kerja, pembangunan jembatan tersebut telah melanggar aturan. “Memang ada beberapa hambatan termasuk cuaca yang tidak mendukung, tapi alasan ini tidak pantas untuk dijadikan acuan apalagi dijadikan berita, yang paling mungkin walaupun sudah dikenakan sanksi,” tuturnya.
Kendati begitu, Bowo tetap akan menyelesaikan proyek itu. Diperkirakan pertengahan tuntas Januari 2017. “Biar masyarakat setempat dapat menggunakan fasilitas tersebut,” pungkasnya. (ali/um)

About uman