Home » Berita Utama » “Hotel Prodeo” atau TPA
“Hotel Prodeo” atau TPA
Herwin Yatim

“Hotel Prodeo” atau TPA

TOILI – Bupati Herwin Yatim belum bisa memastikan lokasi pelantikan pejabat di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Banggai. Meski sebelumnya disebutkan pelantikan akan digelar di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
Bupati Herwin menyatakan, ada dua opsi lokasi pelantikan pejabat, yakni di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Luwuk dan di TPA sampah. Keduanya masih dalam tahap pertimbangan agar prosesi pelantikan berlangsung hikmad. “Apakah di TPA atau di lembanga pemasyarakatan,” jelas Bupati Herwin saat peresmian kantor Desa Saluan, Kecamatan Moilong, Sabtu (10/12).
Menurut Bupati Herwin, hikmadnya  pelantikan sangatlah penting. Sebab, sebelum menduduki salah satu jabatan para pejabat  harus paham soal konsekuensi ketika melanggar aturan maupun sumpah. “Yang paling mungkin tempat para pejabat khususnya eselon itu di Lapas atau di tempat sampah jika mereka mengabaikan sumpah mereka sendiri,” tegasnya.
Bahkan, Herwin mengaku, rencana lokasi pelantikan eselon tersebut telah mendapat respons dari para tokoh masyarakat agar tidak perlu terkesan mewah, melainkan dilakukan sederhana tetapi berlangsung hikmad. “Ada juga yang sms ke saya, kalau pelantikan nanti tidak perlu pakai jas atau semacamnya, pakai baju biasa saja, hal itu kenapa tidak, masukan itu positif dan mungkin saya akan sarankan tidak gunakan jas,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mustar Labolo juga menyatakan pelantikan pejabat di TPA sampah masih dipertimbangkan Bupati Herwin Yatim. “Tapi itu masih belum final (pelantikan di TPA sampah, Red), masih dikaji lagi,” kata Mustar  saat pelatihan dan pembinaan kepala desa se-Kabupaten Banggai di kantor Dinas Perkebunan, Jumat (9/12).

#Hotel Prodeo
Niatan Bupati Banggai Herwin Yatim yang selanjutnya direspons Wakil Bupati Mustar Labolo untuk melantik pejabat eselon di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) diapresiasi. Namun, sejumlah kalangan menyarankan agar pelantikan kabinet baru  di hotel prodeo alias di Lapas Kelas II B Luwuk.
Aktivis LINCA, Syahrin Taalek menjelaskan, pelantikan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Lapas bermakna agar pasca kegiatan seremonial itu diingatkan agar tidak mencoba-coba menyalahgunakan amanah yang telah diberikan di atas pundak mereka. Para Kepala OPD lanjut Syahrin adalah pengguna anggaran. Dengan demikian sangat rentan melakukan tindak pidana korupsi.
Apalagi sambung dia, di era ini tuntutan ekonomi begitu besar, sehingga tidak menutup kemungkinan para pejabat dengan menggunakan jabatannya menghalalkan segala cara demi meraup pundi-pundi yang notabene berasal dari uang rakyat. “Pejabat birokrasi yang korupsi sudah tidak menjadi rahasia umum di tengah masyarakat lagi,” ucap Syahrin.
Memang lanjut pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai ini, apa yang disampaikannya hanya sekadar saran. Semua terpulang kepada Herwin dan Mustar sebagai Bupati dan Wakil Bupati. “Saya kan hanya memberi masukan. Itupun ide ini cukup efektif dalam mewarning agar kedepan pejabat birokrasi pemda Banggai takut melakukan korupsi. Dengan demikian akan tercipta pemerintahan yang bersih dari KKN,” ucapnya. (um/ali/yan)

About uman