Home » Berita Utama » Wartawan Banggai Kunjungi JOB Tomori
Wartawan Banggai Kunjungi JOB Tomori
Wartawan media cetak di Kabupaten Banggai mengunjungi pengolahan gas CPP Senoro, Selasa (6/12).

Wartawan Banggai Kunjungi JOB Tomori

BATUI SELATAN – Sejumlah wartawan media cetak di Kabupaten Banggai mengunjungi pabrik pengolahan gas, Central Processing Plant (CPP) Senoro, Selasa (6/12). Itu dilakukan sebagai upaya memberikan keberimbangan informasi terkait dengan kegiatan operasi produksi yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) di lapangan Gas Senoro, Kecamatan Batui Selatan.
JOB Tomori merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan produksi minyak dan gas bumi di bawah pengawasan pemerintah RI dalam hal ini SKK Migas dengan masa KKKS berlaku selama 30 tahun, sejak tahun 1997 sampai tahun 2027.
Usaha hulu migas yang dilakukan oleh JOB Tomori dimulai sejak Desember 1997. Saat itu kepemilikan saham dimiliki PT Pertamina dan Union Texas Tomori Inc. Sejak tahun 2000 hingga tahun 2010 sempat terjadi beberapa kali perubahan kepemilikan saham. Kemudian dimulai pada akhir Desember 2010 sampai dengan saat ini, struktur kepemilikan saham JOB Tomori terdiri dari PT Pertamina 50 persen, PT Medco E&P 30 persen, dan Tomori E&P Limited 20 persen.
Dalam melakukan kegiatan operasi, JOB Tomori memilik visi untuk menjadi operator perminyakan dan gas yang terbaik dan terpandang di Indonesia. Untuk itu, JOB Tomori didukung dengan tenaga professional yang terus bekerja secara efektif dan efisien dengan inovasi yang berkelanjutan.
Wilayah Kerja JOB Tomori terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya untuk Lapangan Minyak Tiaka di Kabupaten Morowali Utara dan Proyek Pengembangan Gas Senoro di Kabupaten Banggai.
Hanya saja, melihat kondisi harga minyak dunia yang mengalami penurunan dan mempertimbangkan faktor keekonomian lapangan yang kurang baik, atas persetujuan SKK Migas, lapangan Tiaka yang telah berproduksi sejak tahun 2005, terhitung mulai April 2016 ditutup sementara (temporary shut-in). Penutupan ini dilakukan sampai keekonomian lapangan Tiaka dapat dipenuhi kembali.
Sementara untuk proyek pengembangan Gas Senoro mulai dikembangkan sejak tahun 2009, kemudian diproyeksikan menjadi proyek infrastruktur minyak dan gas terbesar di Sulawesi dengan estimasi produksi sebanyak 310 MMSCFD.
Gas yang dihasilkan dari kedua industri hulu migas akan dialirkan kepada PT Donggi Senoro LNG, PT PLN (Persero) untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dan pabrik pupuk ammonia milik PT Panca Amara Utama.
Sebanyak 12 sumur pengembangan gas Senoro (10 sumur produksi & 2 sumur water disposal) telah selesai dibor pada tahun 2014. Proyek pemboran dan pembangunan fasilitas produksi ini dilakukan secara efektif dan efisien.
Kegiatan operasi JOB Tomori di dua kabupaten ini diimbangi dengan program pembangunan daerah dan pengembangan masyarakat yang bersifat sustainable. Diantaranya dari segi perbaikan infrastruktur daerah, pelestarian lingkungan, kegiatan sosial, kesehatan, budaya, program pertanian, dan kelautan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Bentuk nyata program-program tersebut diantaranya program perbaikan jalan berstatus provinsi sepanjang 12 kilometer, bantuan PLTD untuk aliran listrik, pembangunan bronjong, perbaikan infrastuktur desa, revegetasi mangrove dan gerakan penghijauan, budidaya kepiting cangkang lunak, pertanian organik, bantuan kapal tangkap ikan bagi nelayan, pelatihan welder dan menjahit, pemanfaatan tanaman herbal, dan lain sebagainya, sehingga terjalin hubungan baik antara JOB Tomori dan masyarakat sekitar wilayah operasi.
Hubungan baik antara JOB Tomori dan stakeholder seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah baik tingkat provinsi sampai, kabupaten, kecamatan hingga desa juga tercipta dengan baik. Termasuk dengan LSM, dan media tingkat nasional, provinsi dan kabupaten. (ali/*)

About uman