Home » Politik » Staf Ahli Fraksi Bukan Anak Sekolah
Staf Ahli Fraksi Bukan Anak Sekolah
Erik Alimun

Staf Ahli Fraksi Bukan Anak Sekolah

LUWUK— Erik Alimun berpendapat, staf ahli fraksi DPRD tak seperti anak sekolah. Tak ada kewajiban untuk datang setiap hari berkantor. Pernyataan staf ahli fraksi Demokrat/Hanura ini merupakan bentuk klarifikasinya, menyusul kritikkan publik atas ketidak hadiran organ baru di dewan yang digaji lewat uang rakyat Rp2 juta per bulan tersebut.
Dalam setiap pandangan umum fraksi, Erik mengklaim telah memberikan kontribusi berupa pokok pikiran kepada fraksinya. “Saya aktif memberi kontribusi terhadap pandangan umum fraksi,” ujar Erik. Padahal dalam beberapa kali paripurna terkait APBD 2017, fraksi gabungan ini tidak pernah memberi pandangan umum.
Erik tak menampik absen pada dua kali paripurna di dewan. “Memang saya dua kali tak hadir pada paripurna. Tapi saya ada minta izin,” ujarnya. Tupoksi staf ahli fraksi lanjut Erik tak hanya duduk dan menongkrongi jalannya paripurna. Tapi yang menjadi basis adalah mandat empat fungsi. Hanya saja Erik tidak merincikan keempat fungsi tersebut.
Rupanya Ketua Fraksi Demokrat/Hanura, Evert Kuganda tak ingin figur yang direkrutnya tersebut disudutkan. Dia pun memberi pembelaan. “Dia (Erik) aktif hadir di dewan. Kalaupun absen, dia melapor,” jawab Evert.
Bahkan Evert menegaskan bahwa staf ahli fraksi tidak harus hadir setiap hari di kantor DPRD. Closing statemen Evert ini bertolak belakang dengan pernyataan Ketua Fraksi PDIP Suprapto dan Ketua Fraksi Partai Gerindra Winancy Ndobe yang menyebut staf ahli fraksi wajib menampakkan batang hidungnya di DPRD Banggai. (yan)

About uman