Home » Metro Luwuk » Penyidik Optimis Kasus DVOR Tuntas
Penyidik Optimis Kasus DVOR Tuntas
Berkas kasus tipikor DVOR/DME Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang disiapkan penyidik untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banggai, Senin (5/12).

Penyidik Optimis Kasus DVOR Tuntas

LUWUK-Proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pengadaan lahan pembangunan alat navigasi (DVOR/DME) Bandara Syukuran Aminuddin Amir memasuki tahap akhir. Penyidik dalam kasus yang melibatkan Sekkab Banggai, Syahrial Labelo sebagai tersangka itu, diyakini tuntas tahun ini.
Sumber terpercaya di Polres Banggai mengungkapkan proses penyidikan sudah selesai. Dari hasil gelar perkara, penyidik akhirnya menetapkan tiga tersangka yakni, Kadis Pariwisata, Isnaeni Larekeng (dulunya kabag Pertanahan), Sekkab Banggai Syarial Labelo selaku ketua tim pembebasan lahan, dan Hasanuddin Datu Adam selaku penerima uang hasil pembayaran lahan milik Imran Usman. “Tersangkanya sudah kita tetapkan tiga orang dan itu sudah final,” tutur sumber, Senin (5/12).
Sejatinya, penetapan tiga tersangka itu telah dilakukan sejak awal tahun 2015 lalu melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Banggai. Itu terungkap dalam konfrensi pers Kajari Banggai, Sumurung P. Simaremare dalam triwulan pertama tugasnya di daerah ini. Namun, informasi itu buru-buru ditepis Polres Banggai karena adanya praperadilan dari Sekkab Banggai, Syarial Labelo. Meski sekkab menang dalam praperadilan itu, dan penyidik harus mengulang lagi prosesnya dari awal, tapi kasus tersebut terus bergulir.
Setelah beberapa kali dikembalikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banggai dengan petunjuk. Kali ini penyidik sangat optimis kasus yang diduga telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp973 juta tersebut tuntas. Keyakinan itu muncul setelah penyidik memastikan satu petunjuk JPU yang sebelumnya sulit diperoleh akhirnya terpenuhi. “Kemarin masalahnya kan hanya karena JPU minta harus ada keterangan dari majelis kehormatan notaris terkait akta jual beli lahan. Nah, sekarang keterangan itu sudah kami kantongi,” ungkap sumber lagi.
Sumber juga menuturkan, sejatinya proses pelimpahan berkas kasus DVOR dilakukan kemarin, (5/12). Namun, karena ada kendala dalam penyusunan berkas tebal yang terdiri dari beberapa bundle itu, sehingganya pelimpahan berkas ditunda hari ini, Selasa (6/12). Sementara itu, untuk menghadapi gugatan praperadilan Sekkab Banggai Syahrial Labelo untuk yang ke dua kalinya atas penetapan tersangka, Kasat Reskrim AKP Edigio F.A. sejak kemarin berangkat ke Polda Sulteng. Keberangkatan itu dikatakan untuk koordinasi dengan pihak Polda terkait upaya hukum yang tengah berproses di Pengadilan Negeri Luwuk.(van)

About uman