Home » Berita Utama » Semalam Penghasilan Ladies Rp1,5 Juta
Semalam Penghasilan Ladies Rp1,5 Juta
Sejumlah ladies dari kafe My Love Toili saat penggrebekan dan saat diamankan di Mapolres Banggai, Sabtu (3/12).

Semalam Penghasilan Ladies Rp1,5 Juta

LUWUK-Gaya hidup terkadang membuat seseorang lupa akan segalanya. Meski bertentangan dengan norma agama, tapi pekerjaan yang satu ini cukup menjanjikan. Apalagi bagi kaum hawa yang punya gaya hidup tinggi. Betapa tidak, dalam semalam mereka bisa meraup keuntungan jutaan rupiah hanya dengan mengencani seorang pria hidung belang. Seperti yang terungkap dari penggrebekan polisi di salah satu kafe remang-remang di dataran Toili, Sabtu (3/12) pekan lalu.
Polisi yang telah mengantongi informasi dari tiga pelapor pada bulan November 2016 lalu, akhirnya turun lapangan. Mereka melakukan pengrebekan di salah satu kafe yang diduga memekerjakan anak di bawah umur. Hasil pengrebekan di kafe My Love, anggota Polres Banggai kemudian mengamankan lima orang, termasuk dua diantaranya adalah ladies (wanita penghibur,red) yang diduga masih di bawah umur. Setelah dilakukan pemeriksaan di Polres Banggai, terungkap bahwa seorang diantaranya berinisial KM yang semula diketahui berusia 17 tahun, ternyata sudah berusia 19 tahun. Sementara yang satunya berinisial RS (16), memang masih di bawah umur tapi sudah pernah menikah. Polisi akhirnya menetapkan pemilik kafe dan beberapa pengelola berinisial TI, RIF dan JEN dan NR sebagai tersangka. Para tersangka tidak dapat dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, karena meski salah satu ladiesnya masih di bawah umur, tapi yang bersangkutan sudah pernah menikah. Polisi akhirnya menjerat para tersangka dengan pasal 296 dan 506 KUHP tentang prostitusi.
Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Edigio F.A. mengungkapkan sebelum pengrebekan itu, Polres Banggai menerima laporan dari tiga orang anak baru gede (ABG) yang sebelumnya dipekerjakan. Namun, mereka berhasil kabur dan melapor ke polisi. Dari laporan itulah, dikembangkan dan dilakukan pengrebekan. “Jadi pada bulan November lalu, ada tiga anak di bawah umur diajak jalan-jalan sama lelaki Rully (salah satu tersangka) ke Luwuk. Mereka kemudian diajak jalan ke Toili. Ternyata tiba di sana, mereka disuruh kerja di kafenya Meymey untuk nemanin orang minum-minum. Dua hari bekerja, mereka akhirnya berhasil kabur dan melapor,” kata Edigio, Minggu (4/12).
“Saat ini Rully dan Meymey (pemilik kafe) sudah diamankan di Polres Banggai dan dari dua kasus ini sudah naik ke penyidikan,” tambahnya.
Dari hasil penelusuran, para ladies di kafe My Love tak hanya bertugas menemani pria hidung belang untuk minum minuman beralkohol. Tapi mereka juga diperdagangkan dengan tarif yang cukup lumayan. Untuk semalam saja, para ladies bisa meraup keuntungan sebesar Rp1,5 juta dari hasil kencan. Itu terbongkar setelah salah seorang anggota Polres Banggai menyamar dan masuk ke kafe. Polisi kemudian menanyakan pesanan ladies. Pengelola kafe menjelaskan untuk pesanan ladies tarifnya menyesuaikan dengan jam kerja. Untuk bookingan sebelum pukul 01.00 dini hari, dikenakan tarif Rp2 juta. Rp500 ribu untuk pengelola, sementara Rp1,5 juta untuk ladiesnya. Setelah pukul 01.00 dini hari, selisihnya hanya Rp250 ribu. Sebab, biaya booking ke pengelola hanya separuh dari jam kerja, tetapi tarif ladies tetap sama.
Setelah deal dan membayar Rp2 juta, anggota polisi kemudian diajak masuk dan memilih ladies yang ingin dikencani. Usai memilih dan membawa ladies tersebut, polisi lainnya yang telah standby langsung melakukan pengrebekan. Pihak pengelola dan owner kafe tak bisa berbuat banyak. Mereka akhirnya pasrah untuk digelandang ke Polres Banggai dan dimintai keterangan. Selain melakukan praktek prostitusi, kafe My Love ternyata tidak memiliki ijin resmi. Hal itu juga telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Toili, I Nyoman Dunia. “Jadi untuk tersangka Rully dan Meymey yang sudah ditahan kami menggunakan undang-undang perlindungan anak. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan,” jelas Edigio lagi.
Edigio juga menjelaskan penangkapan itu merupakan rangkaian dari operasi pekat yang dilaksanakan Polres Banggai sejak Jumat, (2/12) lalu dengan sasaran tempat prostitusi dan eksploitasi atau perdagangan perempuan dan anak di bawah umur.(van)

About uman