Home » Politik » Kades Terpilih Hunduhon Jangan Dulu Dilantik
Kades Terpilih Hunduhon Jangan Dulu Dilantik
Aktivis Larra meminta kepada Bupati Banggai untuk belum melantik Kades Hunduhon terpilih. Alasannya kasus dugaan ijazah palsu masih dalam proses hukum. Koordinator Larra Ancu saat memberi pendapat pada rapat dengar pendapat di kantor DPRD Banggai, beberapa waktu lalu.

Kades Terpilih Hunduhon Jangan Dulu Dilantik

LUWUK— Karena masih dalam proses hukum, sebaiknya kades terpilih Hunduhon Kecamatan Luwuk Timur tidak masuk dalam daftar pelantikan kades hasil pilkades serentak 14 November lalu.
“Nasrun Bungalim belum layak dilantik sebagai kades terpilih. Karena kasus dugaan ijazah palsu masih dalam proses penyidikan Polres Banggai,” kata aktivis Larra Kabupaten Banggai, Ancu kepada Luwuk Post, Minggu (4/12).
Kasus ini telah resmi dipolisikan. Sejumlah saksi kata Ancu, telah dimintai keterangan. Termasuk salah satunya Kepala SDN 2 Balantak. LSM yang intens mengadvokasi kasus pilkades ini meminta kepada Polres Banggai untuk melibatkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebagai saksi. Pasalnya, SKPD itu turut bertanggung jawab karena telah melegalisir dokumen ijazah yang diduga asli tapi palsu alias Aspal itu.
Dan apabila sambung Ancu, terbukti adanya pemalsuan ijazah dan dokumen yang dipalsukan itu telah dilegalisir oleh dinas tersebut, maka otomatis SKPD tersebut telah terlibat dalam memalsukan ijazah. Dan ancaman pidananya selama 8 tahun penjara.
Larra juga meminta kepada Bupati Banggai, Herwin Yatim untuk jangan dulu memasukan desa Hunduhon dalam agenda pelantikan kades terpilih, sebab masih dalam proses hukum.
Pilkades Hunduhon ini tak hanya resmi masuk ranah hukum. Akan tetapi telah diadukan juga pada DPRD Banggai melalui Komisi 1. Dan lembaga legislatif itu telah mengeluarkan rekomendasi yang intinya menggugurkan Nasrun sebagai calon Kades. Tapi pada pilkades serentak di desa Hunduhon, Nasrun malah terpilih dengan mengantongi suara terbanyak. (yan)

About uman